Oknum Polisi polsek bandara manado diduga Biayai Aborsi karena takut ketahuan Istri

Spread the love

IdentitasPrime.com – Manado – Praktek aborsi kian marak di kota manado, hal ini Terungkap atas pengakuan kenji ( 20 tahun ) yang beberapa buoan lalu menggugurkan kandunganya akibat hubungan gelapnya dengan oknum polisi berinisial AP yang bertugas di polsek bandara manado.

Kenji memengakui bahwa kandunganya tersebut hasil hubungan gelapnya dengan oknum polisi bernama ando.

Ia juga menceritakan awal mula dirinya berhubungan badan dengan oknum polisi tersebut. ” pada sekita bulan meiĀ  tahun 2020 oknum polisi bernama ando mengajak saya keluar dan dia menjemput saya di depan rumah saya yang bersebelahan dengan rumahnya, awalnya saya menolak karena ketauan istrinya yang nerupakan saudara dan tetangga saya, namun oknum polisi tersebut mengatakan tidak apa apa dan dia meyakinkan saya bahwa dia sedang ada masalaah dengan istrinya. Akhirnya saya pun ikut dan naik di mobilnya, setelah kami berdua di dalam mobil, oknum polisi tersebut menunjukan minuman keras yang ada di jok belakang mobil, katanya ini minuman kita so beli manjo torang bagate, akhirnya setibanya di halaman parkir polsek bandara kami berdua langsung minum sambil memutar musik di dalam mobil, saat saya sudah pusing dan mabuk, oknum polisi tersebut meminta saya untuk pindah ke kursi tengah, awalnya saya menolak namun karena berulang kali dia menyurush saya pindah akhirnya saya pindah, saat saya sudah di kursi tengan sambil tiduran dia turun dari mobil dan masuk ke polsek bandara, tak lama kemudian oknum polisi tersebut kembali langsung ke kursi tengaj dimana saya berbaring dan langsung mencium cium kepala saya sambil berkata nda apa apa ngana ? Tiba tiba tanganya sudah mulai merajelela dan memegang kedua payudara saya, saya mencoba mendorongnya namun karena saya sudah mabuk badan saya terasa lemas dan akhirnya celana saya di paksa buka oleh oknum polisi tersebut dan kemaluanya langsung di paksa masuk ke kemaluan saya, saya pun hanya pasrah dan tidak bisa melawanya. Itulah awal terjadinya hubungan gelap saya dan oknum polisi tersebut.

Lanjut, Kedua kalinya dia kembali mengajak saya untuk jalan jalan dan ketika sudah di dalam mobilnya dia mengajak saya ke penginapan dekat polsek bandara dan disitukah kembali terjadi hubungan badan dan untuk ketiga kalinya kami berhubungan badan didalam mobil yang di parkir di dekat PJ. Tukas Kenji.

Sebulan kemudian saya merasa badan saya tak enakan dan saya sudah tidak datang bulan lagi, karena saya takut ketahuan saya memilih diam, namun karena sudah mau tiga bulan perut saya sudah keliatan besar adik saya menyampaikan kondisi saya ke oknum polisi tersebut dan tiba tiba oknum polisi tersebut menelpon saya sambil bertanya keadaan saya dan dia memohon saya menggugurkan kandungan karena takut ketahuan istrinya.

Mendengar permintaannya untuk menggurkan kandungan saya takut, dan menolak namun, oknum polisi tersebut mengatakan bahwa tidak apa apa nanti ke dokter ratu diantar orang kepercayaan saya bernama erik. ” nanti erick antar kwa nda apa ” akhirnya saya pun menuruti permintaanya dan pergi bersama sama erick ke dokter ratu.

Setibanya di tempat praktek dokter ratu, saya di periksa dan di berikan rekomendasi ke dokter abram yang ada di tikala. Kami pun ke dokter abram dan setibanya di dokter abram saya langsung di beri obat minum dan yang membayar obat tersebut adalah lelaki erick yang merupakan suruhan oknum polisi bernama ando.

Setibanya saya di rumah badan saya terasa panas dan terasa ingin ke toilet terus, dan ketika saya ke toilet saya kaget orok bayi sudah berbentuk manusia keluar dan saya merasa ketakutan. Saya pun meminta bantuan adik saya untuk mengangkat saya ke tempat tidur. Imbuh kenji

Atas peristiwa tersebut saya dan orang tua saya meminta pertanggungjawaban dari lelaki oknum polisi tersebut namun diabaikan terus, hingga kami melaporkan kejadian tersebut ke propam polda sulut tetapi saat di kantor propam kami hanya diarahkan untuk berdamai oleh seorang polwan dan kami diminta menanda tangani surat pernyataan oleh oknum polwan tersebut.

Belakangan diketahui bahwa oknum polwan tersebut ternyata merupakan kolega dari oknum polisi yang menghamili anak saya. tukas ibu korban.

Atas peristiwa ini saya selaku orang tua merasa keberatan dan meminta propam polda sulut untuk memproses hukum oknum yang telah menghamili anak saya dan menyuruh menggugurkan kandungannya.

Terpisah Hendra jacob meminta pihak kepolisian polda sulut untuk menangkap dokter ratu dan dokter abram yang kerab melakukan praktek aborsi karena perbuatan mereka merusak masa depan generasi muda di sulawesi utara. Dokter raru dan kroni kroninya harus segera ditangkap, saya tantang reskrimum polda sulut untuk memproses pidana dokter dokter nakal tersebut setelah berkas pemeriksaan di bidang propam pidananya di limpahkan ke direktorat reskrim. Tegas Hj sapaan akrabnya.

Perbuatan pelaku yang sengaja menyuruh menggugurkan kandungan tersebut terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan delik sangkaan pasal 80 ayat 3 Jo 76C, pasal 54A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Ketika di konfirmasi melalu watshapnya oknum polisi berinisial RAP enggan memberi tanggapan. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*