Pantau Overpass Tumalungtung, Komisi V DPR RI Hanya Disambut Kerucu PT WIKA

Spread the love
  • 25
    Shares

– Komisi V Simpulkan Ada Pelanggaran SOP di Proyek Overpass Tumalungtung

– Enginering Coba Berdebat Dengan Komisi V Dihadapan Wartawan Dituding Terlalu Berani dan Lancang

– Palembangan: “Kami belum berani mengeluarkan tanggapan apa-apa, selain kooperatif menunggu hasil investigasi dari pusat”

MINUT, IdentititasPrime – Petaka ambruknya Over-pass Tol Desa Tumaluntung Minut yang menewaskan dua pekerja dan belasan luka-luka, tak lepas dari perhatian Komisi V DPR RI yang melakukan peninjauan lapangan Senin (30/04/2018).

Ketua Komisi V Ir. Fary Djemy Francis MMA yang turun langsung, mengaku tersinggung dengan sikap salah seorang Enginering PT WIKA bernama Fajar W, karena pria ini begitu lantang dan berani berdebat dengan pihaknya, dihadapan puluhan awak media.

“Kami ini wakil rakyat yang resmi dipakai oleh negara, imi dihadapan puluhan rekan wartawan, kenapa seorang Enginering seperti anda bisa hadir didepan kami dan bicara seolah seorang ahli teknis,” sembur Francis.

Lain halnya dengan Anggota Komisi V lainnya, Rendy Lamadjido yang sejak turun di lokasi, merasa dirinya sudah tak nyaman karena posisinya terhalang staf PT WIKA bernama Fajar W itu.
“Terlalu berani anda menjamin bahwa semua yang dilakukan PT WIKA sudah sesuai SOP.
25 tahun saya jadi konsultan, jadi secara singkat saja saya bisa lihat, kelemahan dalam pekerjaan sehingga overpas bisa ambruk. Saya sarankan, anda kerja baik-baik supaya kelak anda bisa jadi pimpinan PT WIKA ya,” sindir Rendy kepada Fajar W.

Satu hal lagi yang membuat Tim Komisi V sempat geram, kendati ditengah-tengah mereka sudah ada Konsultan terkait, Kabalai BPJN XV dan PPK/Kasatker Wilayah I, mereka belum berani memastikan soal SOP pekerjaan pembangunan Overpass, yang menurutnya tidak muaskan bahkan terkesan membela diri.
Lebih mengenaskan lagi, hari itu adalah hari Senin, dimana semua aktivitas akan dimulai. Namun di PT WIKA, tidak ada satupun petinggi Perusahaan BUMN itu yang hadir.

“Dianggap apa kami ini, sekembalinya kami dari sini, maka kami nyantakan ada temuan, sebab SOP yang dijelaskan kami melihat ada yang tidak dilaksanakan. Pekerjaan sementara dilaksanakan terutama pengecoran bagian atas seharusnya steril dan tidak ada aktivitas pekerjaan, dan ternyata ada korban. Dan kami sesalkan kunjungan ini tanpa disambut pimpinan pusat dari WIKA, padahal ini adalah kunjungan resmi dari kami sebagai Komisi V DPR RI,” kata Francis kecewa.

Ditempat terpisah, PT. Wijaya Karya (Tbk) melalui Serdi Palembangan Kasie Keuangan/Personalia  yang membawahi humas, menyebutkan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan pihaknya, setahu dia, sudah sesuai SOP.
Persoalan ambruknya bagian Overpass yang sedang dibangun, penyelidikkan diserahkan sepenuhnya kepada Pihak Kepolisian.
“Kami telah bekerja sesuai dengan SOP, sehingga kami menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk persoalan ini,” kata Palembangan ramah.(Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*