Pastikan Laporan Tentang Kepsek Eksploitasi Siswa, Sekda Minut Mendarat Di Pulau Bangka

Spread the love

MINUT, IdentitasPrime – Menindak lanjuti laporan tentang oknum Kepala Sekolah SMP Nasional yang memerintahkan beberapa muridnnya lakukan pekerjaan-pekerjaan untuk kepentingan pribadi dan yayasan, menggemparkan media sosial (medsos) diaeluruh antero.
Untuk meredam hal itu agar tidak berlarut-larut, maka kasus yang mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini Bupati Vonnie Aneke Panambunan (VAP), melalui Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA untuk mengklarifikasi langsung di sekolah tersebut Senin (23/10).
“Meskipun saya sebagai kepala administrator di jajaran Pemkab Minut, tapi saya ditugaskan oleh Ibu Bupati VAP untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Kuhu membuka pertemuan antara Pemkab, Kepsek, para guru, perwakilan orang tua siswa serta siswa korban eksploitasi.
Sekda yang didampingi Plt. Kadis Pendidikan Nasional Sofitje Wolajan SE MM, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jofieta Supit, Kadis Arip dan Perpustakaan, Camat Likupang Timur Doni Rondonuwu dan Kapolsek Likupang Iptu Ade Tatang memberikan kesempatan untuk masing-masing pihak kejadian sebenarnya terkait laporan ekploitasi siswa di sekolah tersebut.
Kepsek SMP Nasional Kahuku, Lansus Ruitang saat ditanya terkait kebenaran laporan tersebut tidak membantah.
Dirinya mengakui memerintahkan pekerjaan, membersihkan makam, angkat balok, angkat bambu, memberi makan ternak, merawat orang sakit mengangkat perahu dan mengangkat barang-barang pribadi miliknya.
Namun demikian dikatakan hal itu untuk kepentingan yayasan yang dikelola oleh pihak gereja.
“Hal ini dilakukan tanpa paksaan. Saya katakan minta tolong kepada anak-anak dan itu dilakukan pada jam usai sekolah,” terang Ruitang.
Namun demikian, siswa bersangkutan yang dihadirkan juga saat itu membantah kalau itu dilakukan diluar jam sekolah.
“Kalau membersihakan makam memang di luar jam sekolah, tapi mengangkat balok, mengangkat pasir, memberi makan ternak dan merawat orang sakit itu saya lakukan dengan teman-teman pada jam pelajaran,” terang siswa kelas VIII ini polos. Terungkap pula dalam pertemuan, Kepsek yang sudah 16 tahun bertugas di sekolah tersebut sejak masih sebagai honor sudah sering melakukan mengeksploitasi terhadap murid. Fakta yang terungkap inipun tidak bisa dibantah lagi oleh Kepsek Ruitang, yang langsung meminta maaf kepada orang tua murid, kepada siswa dan pihak Pemkab Minut. Sekdapun memberi peringatan keras untuk tidak terulang lagi peristiwa seperti ini. “Saya ingatkan jangan terulang lagi, sebab ini sangat memalukan institusi Pemerintahan Minut, dengan adanya pertemuan ini saya harapkan persoalan ini sudah selesai. Mari kita tunjang akan pemerintah Minut dengan moto mengasihi, melayani dan mensejahterakan, baku-baku bae untuk sama-sama memajukan dunia Pendidikan yang ada di Minut ini,” tukas Sekda. Terpisah, Plt Kadis Diknas Sofitje Wolajan mengingatkan,dengan alasan apapun siswa tidak boleh diperintahkan mengerjakan pekerjaan seperti itu. “Sejak pagi siswa diperhadapkan dengan pelajaran, saat istirahat merupakan hak para siswa untuk berinteraksi dengan kawan-kawan baik kakak kelas maupun adik kelas, bermain ataupun makan. Siswa tidak boleh disuruh-suruh pada jam istirahat, apalagi jam pelajaran,” tegas Wolajan.

Sementara itu menurut Kadis P3A Jofieta Supit, saat ini anak-anak telah dilindungi dengan undang-undang, eksploitasi tenaga anak-anak dimanapun tempatnya , apalagi di lingkungan sekolah tidak dibenarkan. “Kalau tugas ringan, seperti membersihakan halaman dan ruang kelas itu adalah hal yang biasa, tapi pekerjaan yang sudah menggunakan tenaga yang besar apalagi untuk kepentingan pribadi tentu merupakan hal yang luar biasa dan tidak boleh terulang lagi,” ujar Supit.
Pertemuan diakhiri dengan saling jabat tangan antara orang tua siswa, Kepsek Lansus Ruitang, Siswa dan rombingan Sekda. Dengan komitmen bahwa hal ini tidak akan terulang lagi.
“Saat ini kami turun untuk melakukan pembinaan, bila hal ini terjadi lagi, kami akan memberikan sanksi disiplin sebagai pembinaan kepada oknum kepsek tersebut,” pungkas Jemmy Kuhu.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*