Pedagang Pasar Kauditan Menjerit, Pungli Merajalela, Diduga Atas Perintah Kepala Pasar

Spread the love
  • 59
    Shares

Terminal Kauditan Diduga Dikuasai Preman, Mikrolet Dilarang Masuk Karena Terminal Dijadikan Parkiran Sepeda Motor

MINUT, IdentitasPrime – Praktik pungutan liar (pungli), kembali menyeruak dan resahkan masyarakat yang disinyalir terjadi di Pasar Kauditan, Kecamatan Kauditan Minahasa Utara.
Lebih mengenaskan lagi, pelaku pungli tersebut diduga kuat dilakukan oleh Kepala Pasar Kauditan dan para mandor anakbuahnya.
“Setiap pasar kami harus bayar retribusi penjualan, kebersihan, keamanan, dan parkiran,” keluh seorang pedagang yang minta namanya dirahasiakan, mengingat keselamatan dirinya.
Sesuai pantauan wartawan di lapangan, apa yang dikeluhkan pedagang memang benar. Contohmya lahan parkiran di samping pasar. Dibeberapa tempat ada papan bertulis, parkir mobil Rp. 5000.
Bukan itu saja, satu hal menarik di Terminal Kauditan. Kendaraan mikrolet terpaksa harus memilih parkir diluar terminal, mengingat area terminal telah dipenuhi sepeda motor para pengunjung pasar dengan harga parkiran Rp. 2.000 per motor.
Ironinya, Kepala Pasar Kauditan, Angelina Luntungan menampik apa yang tuduhkan padanya. Bahkan, ia sangat kaget ketika ditanyakan tentang pungli itu.
“Maaf, kami tidak diperkenankan menagih retribusi selain tagihan pasar dan kebersihan saja,” katanya.
Sesuai perintah pimpinannya, lanjut Luntungan, ia sudah diwanti-wanti Dirut PD Klabat Estrella Tacoh sejak awal menjabat Kepala Pasar Kauditan agar jangan ambil resiko yang berakibat melaanggar hukum.

“Kami hanya menagih retribusi pasar dan biaya sampah saja. Selain itu kami tidak berani memungut biaya pengamanan maupun parkiran, jadi saya tidak berani,” akunya Minggu (3/12) saat dikonfirmasi asejumlah wartawan.

Ditanya, kalau bukan pihaknya, lalu siapa yang memungut retribusi keamanan dan parkiran tanpa disertai karcis disitu, Angel menggeleng sembari berlalu.“Jelas bukan kami, maaf saya sedang sibuk,” tandasnya sambil berlalu dengan sikap kesal.

Pungli tanpa disertai karcis atau kupon retribusi pasar itu telah meresahkan para pedagang dan pengunjung Pasar Kauditan, ternyata telah terjadi hampir 2 (dua) tahun.
Ketua DPW Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI Tipikor), Yosep Lengkong melalui
Koordinator Investigasi Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI Tipikor), Jefran Herrodes De Yong meminta Kajari dan Kapolres Minut tangkap dan proses hukum Kepala Pasar Kauditan dan atasannya karena telah melakukan pungli hampir dua tahun lamanya.

“Kami akan lakukan investigasi. Kalau benar pungli itu disuruh Kepala Pasar dan atasannya dari PD Klabat, kami minta Kajari dan Kapolres Minut segera proses hukum para pelaku pungli sesuai koridor hukum yang berlaku,” pintanya.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*