Pekerjaan Proyek Semrawut, Minimnya Rambu dan Trafic-light, Liong Tabrak Pembatas Jalan Ring-road Hingga Patah Kaki dan Pundak

Spread the love
  • 66
    Shares

Diduga Jalan Ring-road Sudah Beberapa Kali Terjadi Lakalantas

BPJN XV dan Pelaksana Proyek Jalan Ringroad Diminta Bertanggungjawab

MANADO, IdentitasPrime – Lagi, lagi dan lagi… Diduga kuat gara-gara perusahaan pelaksana tidak profesional dalam pelaksanaan pekerjaan proyek jalan, akibatnya para pengguna jalan jadi sasaran kecelakaan lalu-lintas.

Sekira pukul 23.15 Liong Ang (50-an) warga Kecamatan Tuminting hendak pulang dengan mengendarai sepeda motornya. Untuk mempersingkat jarak tempuh, Liong memilih melalui ruas jalan Ring-road.
Disalah satu titik jalan lurus yang gelap, ia tidak melihat adanya bahaya berupa taman pembatas garis tengah jalan yang menghadang.
Akibatnya, ‘bruak’… Sepeda motor roboh menabrak batako taman pembatas jalan, sedangkan Ko Liong terlempar dari sepeda motornya.
“Dia terlempar berguling-guling karena menabrak bangunan taman ditengah jalan,” kata Marthen Laloan pengendara Ojek Online yang kebetulan melihat kejadian itu.
Oleh beberapa warga, Ko Liong yang tak sadarkan diri, dan hidung mengeluarkan darah, karena membentur jalan, langsung dinaikkan ke sebuah mobil pick-up, selanjutnya dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara dan langsung mendapat perawatan.
Kejadian yang menimpa Liong Ang salah satu Ketua Cabang Perguruan Olahraga Belaladiri Trisula Sakti Sulut, ditengarai adalah korban kesekian yang diduga gara-gara menabrak pekerjaan Proyek Jalan Ring-road.
Akibat kecelakaan tersebut, kaki patah dan bahu Liong retak.
Kefas Sanger salah satu pengurus Trisula Sakti Sulut Cabang Manado 2, menyesalkan kinerja perusahaan terkait dan fungsi pengawasan BPJN XV, Kasatker/PPK pembangunan Jalan Ring-road tersebut.
“Harusnya sebagai perusahaan pemenang tender Proyek Jalan Ring-road, perusahaan itu harus memiliki safety yang komplit, termasuk rambu-rambu dan lampu penerangan khusus selama pekerjaan berlangsung,” katanya.

Dipihak yang sama Johanis Tampongangoy mengatakan, disamping perusahaan pelaksana, pihak BPJN XV Sulut-Go melalui Kasatker/PPK terkait tidak boleh lalai dalam pengawasan.
“Sudah banyak korban laka lantas gara-gara tumpukan material, dan sisa-sisa pekerjaan disana-sini, ditambah gelap kalau malam hari maka potensi lakanlantas, kian besar. Kamindapat informasi, ditempat terjadi kecelakaan Liong Ang menurut keterangan warga, beberapa waktu lalu ada pengendara sepeda motor tewas karena celaka sendiri,” kami minta kedua pihak diatas (Pelaksana proyek dan BPJN XV bertanggungjawab, kalau tidak, maka kami akan tempuh jalur hukum,” pungkas Kefas Sanger.

Sampai berita ini naik, Liong Ang, korban kecelakaan tunggal di jalan Ring-road masih terbaring lemah di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut.

Sementara Riel Mantik Kepala BPJN XV saat dikonfirmasi, meminta maaf sebab ia tak lagi memegang jabatan tersebut.
“Maaf saya sudah bukan Kabalai BPJN XV lagi. Kabalai yang baru namanya Pak DR. Triono Yunoasmono, trims,” ujarnya singkat.(REDAKSI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*