Pembunuhan di Ratatotok, Jofry Ratu Diduga di Tusuk Karena Dendam Lama

Spread the love
  • 86
    Shares

Pelaku Penikaman Masih Buron, Keluarga Pasrahkan Semua ke Tangan Polisi

MITRA, IdentitasPrime – Senin (25/2), kedamaian masyarakat Desa Soyoan Ratatotok Kabupaten Minahasa tenggara (Mitra) mendadak gempar oleh peristiwa penikaman yang mengakibatkan lelaki Jofry Ratu (40), warga setempat tewas kehabisan darah dari bekas lukanya.

Dari keterangan saksi warga yang minta namanya disamarkan karwna alasan keamanan dirinya, malam itu (Minggu 24 Februari 2019), korban Jofry Ratu jalan kaki hendak pulang kerumahnya.
Tepat didepan sebuah gereja, pelaku menghampiri korban dari arah belakang dengan sebilah sajam terhunus, dan langsung menusuk pundak korban, yang diduga menembus jantung korban.
Diduga ketika melihat keadaan korban tak berdaya atau sekarat, dan besar kemungkinan, takut diamuk massa pelaku langsung melarikan diri menghilang dalam kegelapan malam.

Sampai ini berita ininnaik, pelaku belum ditemukan. Namun dari keterangan sejumlah warga, malam itu juga polisi sudah tueun kw TKP dan mengambil keterangan sakai.
“Kalu yanda salah, polisi dari Polsek sini, kong pi dusu itu pelaku,” kata beberapa warga yang enggan menyebut namanya.

Sementara Meity Ratu, adik kandung dari korban Jofry Ratu (40), tertunduk sedih melihat jenasah kakaknya. Ia hanya berharap dan berserah kepada polisi saja.

“Mungkin kakak ada salah stow dulu pa pelaku, torang kurang tau pasti. Mar kyapa kwa harus main hakim sandiri kasiang. Rupa ini so jadi bagini, so bunuh orang, kong jadi buronan polisi, kan siksa apalagi mo jalani hukuman sebagai tanggungjawab,” tuturnya.

Mewakili keluarganya, Meity Ratu berharap aparat Polri mampu mwnangkap pelaku dan memproses hukum pelaku.

“Kami serahkan semua ketangan aparat hukum. Semoga pelaku cepat tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Swmoga aparat dapan mengenakan sanksi hukum terhadap pelaku sesuai hati nurani, menilai detik-ddetik terakhir penderitaan Kakak sampai dijempit ajal,” pungkasnya. (Eiin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*