Pemerintah Desa Janji, Relokasi Makam Kawangkoan Kalawat Akan Serupa Dengan Taman Makam Pahlawan

Spread the love
  • 14
    Shares

Tampah: “Yang mengherankan, isi kwitansi hanya ada nama makam tanpa ada nominal pembayaran

MINUT, IdentitasPrime – Relokasi kubur yang dilakukan pihak pengembang jalan tol Manado-Bitung terus berlangsung. Dari pantauan, di lapangan, Selasa (6/2-2018), sejumlah kubur keluarga warga Desa Kawangkoan I Kecamatan Kalawat sudah dipindahkan satu persatu ke tempat penguburan baru yang disiapkan oleh pemerintah.

Memang dari informasi yang didapat sebelumnya dari sebagian warga, pemindahan di lokasi yang baru terlihat pemakaman dilakukan layaknya kuburan massal.

Akan tetapi dari keterangan salah satu perangkat desa Sem Mambo, membantah jika penanaman peti jenasah hanya begitu saja.

“Ini belum selesai, nantinya setelah tanah kuburnya kering, diatasnya nanti akan dicor dengan beton. Soalnya kalau sekarang dicor, takutnya miring karena tanahnya masih lembek. Pokoknya, nanti makam ini akan selesai seperti model taman makam pahlawan pokoknya seragam. Disini juga yang perangkat desa makamnya dipisahkan dengan masyarakat begitu juga dengan makam para camat,” janji Mambo.

Apapun statement dan klarifikasi dari pemerintah desa terkait, tetap saja keganjilan dalam prosesi pemindahan tersebut, ada.
Contohnya ungkapan Margaretha Ofline Tampah warga Desa Kawangkoan 1 Kalawat yang mengantar jenasah ayahnya yang dipindahkan.
Ia mengaku baru tahu jika kondisi makam yang baru antara Desa Kawangkoan Kalawat dengan Desa Kawangkoan Baru berbeda, setelah melihat berbagai postingan di media sosial.

“Kalau kita bandingkan tentu berbeda sangat jauh, kami pikir ini sangat tidak logis apalagi soal pembayaran bongkar makamnya. Dimana untuk makam tanah hanya dibandrol Rp100 ribu per satu makam yang semi beton Rp1,5 juta, dan permanen diatas Rp1,5 juta,” terang Tampah.

Disinggung soal pembayaran, Tampah mengatakan pembayaran dilakukan dengan pemanggilan satu per satu. Berbeda waktu dilakukan sosialisasi mereka semua dikumpul. Jelas ini jadi pertanyaan.

“Yang mengherankan, isi kwitansi hanya ada nama makam tanpa ada nominal pembayaran. Untuk itu, kami warga berharap pemerintah dalam hal ini perangkat desa bisa bijaksana dan bekerja dengan baik. Kami tidak peduli dengan tuntutan bayaran, namun pemindahan ini seharusnya dilakukan dengan baik jangan ada perbedaan,” ucap Tampah.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*