Pemilihan Ketua OSIS SMA Berujung di Polres Minut

Spread the love
  • 30
    Shares

Diduga Belasan Siswa Dianiaya Kepsek, Wakil Kepsek dan 2 Guru

MINUT, IdentitasPrime – Terpilih jadi Ketua OSIS SMA Likupang, malah sang siswa terpilih diduga dipukul dan dipaksa mengundurkan diri oleh Kepsek, Wakil kepsek dan dua (2) gurunya.

Berawal dari agenda Pemilihan Ketua OSIS, yang jatuh pada hari Jumat 19 Oktober 2018, para Siswa-siswi SMA Likupang menyambut hari bersejarah itu dengan penuh semangat.
Seperti diketahui, sejak jaman dulu, tanpa di intervensi, para siswa berhak mengajukan kandidat mereka dari kelas 2 dan kelas 1, mengingat kelas 3 adalah kelas persiapan UNAS.
Hari itu ratusan Siswa-siswi SMAN 1 Likupang menggelar pemilihan Ketua OSIS.Semua berkumpul dihalaman sekolah, kemudian satu-persatu dipanggil masuk ke ruang lab SMA Likupang, untuk mencoblos pilihan masing-masing.
Dihari yang sama, sekitar pukul 12.00 wita, panitia pelaksana yang terdiri dari beberapa guru dan siswa Anggota OSIS, lakukan penghitungan perolehan suara dipimpin oleh Guru ST.

Puncaknya, pemenang adalah PT siswa kelas 2 IPS 2, dengan total perolehan suara 124 (seratus duapuluh empat), mengungguli ST dengan total suara 83 (Delapanpuluh tiga).
Dengan demikian, secara demokrasi PT terpilih sebagai Ketua OSIS SMA Likupang untuk tahun ajaran 2018-2019.
PT langsung diusung dan di arak teman-temannya keliling area sekolah.
Pada pukul 16.00 wita, PT dan teman-temannya meninggalkan sekolah, pergi makan dirumah Ibu Yulia Hermanses (46) di Desa Kampung Ambong yang juga adalah orangtua dari PA (ketua tim sukses) Pemlihan Ketua OSIS PT.

Adapun para kandidat Calon Ketua OSIS yang dipilih para siswa, masing-masing yaitu;
A. PT  (Kelas 2 IPS 2)
B. ST  (Kelas 2 IPS 2)
C. WP (Kelas IPA 1)
D. AB  (Kelas 2 MIA 2)

Namun pada hari Senin 22 Oktober 2018, usai Ibadah OSIS dipimpin oleh MW pelajar Pelayanan Siswa (Pelsis), para siswa dipanggil satu persatu oleh Pak JS Wakil Kepala Sekolah merangkap Pembina OSIS keruangannya.

PA(17) siswa kelas 2 yang pertama dipanggil, mengaku ditanyai kalau siapa-siapa saja mereka saat usai Pemilihan Ketua OSIS kemudian pergi makan dirumahnya.
“Saya sebutkan nama-nama kami yang datang kerumah saya, Pak wakil Kepsek menulis dan memanggil semuanya,” tutur PA.
Setelah semua hadir diruangan Wakil Kepsek, yang sudah hadir pula Kepala sekolah Pak HW, Pak Ber, Ibu OT.
“Wakil Kepsek bertanya kepada kami, apa yang kami lakukan dirumahnya PA, dan kami jawab hanya makan-makan mie. Kemudian kami pulang ganti pakaian, karena ibunya PA marah, kami disuruh pulang dahulu ganti pakaian dan kembali lagi,” jelas PT diamini rekan-rekannya.
Giliran Kepala Sekolah HW bertanya, dia menanyakan soal yang sama, dan dijawab para siswa, sesuai jawaban pertama.
“Tiba-tiba rambut saya dijambak Pak Kepsek, dengan lengan kanan, lalu tangan kirinya menampar pipi saya,” aku JN (17) siswa kelas 1.
Anehnya, menurut JN lagi, keesokan harinya, dia kembali dipanggil Kepala Sekolah, dan mendapat tamparan lagi dengan alasan kemeja bagian belakangnya keluar dari celananya.
“Saya kembali ditampar Pak Kepsek hanya karena kemeja bagian belakang saya keluar,” katanya.
Di hari kedua, para siswa yang dipukul Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Senin kemarin, kembali dipanggil oleh Wakil Kepsek, Guru AS dan ST dan siswa kelas 2 bernama As (17), ditampar dan ditendang di lutut kakinya.
Sedangkan rambut PT di jambak ST sembari menggoyangnya berkali-kali.
Inilah nama-nama para siswa yang diduga telah mendapat perlakuan kekerasan fisik dari para gurunya, Senin (22/10) dan Selasa (23/10):

1. PA(17) kelas 2 warga Likupang Kampung Ambong
2.PT(16) kelas 2 warga Likupang Satu
3. JFN (17) kelas 1 warga Kampung Ambong
4. DM (16) warga kampung kelas 1
5. Seva Bawensel warga Winuri (16) kelas 1
6. Asb (17) kelas 2
7. Noval (17) warga Desa Wasian kelas 3
8. HK (17) kelas 2 warga Likupang 2
Dan diduga kuat masih ada beberapa siswa lainnya tapi takut melapor.

Hari ini Rabu (24/10), pukul 14.00 wita, ke-tiga orang siswa SMA Likupang diantar orangtua masing-masing, melapor ke SPKT Polres Minahasa Utara, yang masing-masing adalah PA (17) kelas 2 warga Likupang Kampung Ambong, PT (16) kelas 2 warga Likupang Satu, JN (17) kelas 1 warga Kampung Ambong.
Laporan diterima oleh SPKT Polres Minut.
Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael SIK.MH melalui Kanit SPKT Ipda Iwan Toani,SH membenarkan telah menerima laporan ke-3 pelajar tersebut.
“Kami telah menerima laporan dari orangtua murid atas nama
1. Daud Tamahiwu, warga Desa Likupang Jaga I kecamatan Likupang Timur, Minut, dengan Nomor LP: LP/735/X/218/SULUT/Res.Minut, tanggal 24 Oktober 2018,
2.Yulia Hermanses orangtua dari PA, Nomor LP/737/X/2018/SUKUT/Res. Minut, tanggal 24 Oktober
3. Jahara Gobel orangtua dari JFN, Nomor LP: 736/X/2018/SULUT/Res.Minut, tanggal 24 Oktober 2018,” tuturnya.

Sesuai prosedur yang ada, ketiga korban/pelapor didampingi Kanit SPKT melakukan visum di RSUD Walanda Maramis. “Ketiganya juga sudah di visum, setelah di visum, mereka melanjutkan laporan ke piket Satreskrim Polres Minut,” tandas Toani.(Noval/Alen)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*