PENGHARGAAN ADIWIYATA TERBAIK SE – SULUT DI SDN I POYOWA KECIL KOTAMOBAGU, SUKSES

Spread the love
  • 8
    Shares
Keterangan photo: Rudi Mokoginta, SE MTP, Asisten II Pemprov Sulut, menyerahkan Sertifikat dan Uang Pembinaan kepada Wali Kota dan Kepala Sekolah SDN 1 Poyowa Kecil

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Pemkot Kotamobagu meraih peringkat pertama penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Tahun 2017 dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (22/1).

Ada empat kriteria penilaian sehingga memperoleh penghargaan yaitu:
1. Pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan,
2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan,
3. Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan
4. Pengembangan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

Gubernur Olly Dondokambey melalui Asisten II Pemprov Sulut,
Moh Rudi Mokoginta SE MTP mengatakan, Adiwiyata merupakan program dari implementasi kebijakan pendidikan lingkungan hidup dalam mendorong terciptanya pengetahuan dan kesenjangan masyarakat melalui warga sekolah yakni, guru, siswa, penjaga sekolah dan orang tua.

“Penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berwawasan lingkungan dan dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” tutur Mokoginta.

Lanjutnya, pada tahun 2017 terdapat 41 sekolah peserta yang ikut penilaian di Provinsi Sulut, dimana 41 peserta hanya 11 sekolah yang sesuai dengan kriteria dan mendapatkan penghargaan.

“Dari 11 sekolah itu terdapat 3 sekolah yang mendapat nilai tertinggi yaitu:
– SD Negeri 1 Poyowa Kecil Kota Kotamobagu mendapatkan Rengking 1, – SD Katolik Santakarla Kota Tomohon Rengking II
– SD Negeri 2 Tomohon Rengking III, sehingga ketiga sekolah tersebut mendapatkan Sertifikat dan Uang Pembinaan,” urai Mokoginta.

Sementara itu Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara mengatakan, penghargaan seperti ini adalah penghargaan yang prestisius buat siapapun yang menerima, apalagi kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan pemerintah diatasnya.

Ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa. Untuk itu, atas nama Pemkot Kotamobagu, saya menyampaikan banyak selamat kepada daerah/sekolah yang mendapatkan penghargaan seperti ini,” ucap Tatong Bara.

Ditambahkan Tatong, Adiwiyata ini tidak asing bagi masyarakat Kota Kotamobagu, sebab Adiwiyata erat kaitannya dengan Adipura. Pembangunan karakter tentang sebuah kebersihan yang apapun itu, biasanya dari sekolah dasar. Dan ini diperbanyak terus menerus sekolah, agar dasar atau karakter dari anak didik untuk menyebarkan atau mempertahankan sebuah kebersihan yang mendasar dari dalam hatinya.

“Tahun lalu Sekolah Dasar di Kelurahan Kotamobagu, mendapatkan Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional. Dan untuk mendapatkan Adiwiyata Mandiri, satu kelurahan harus membina 10 sekolah,” jelas Tatong.

Lanjut Tatong Bara, ini merupakan penghargaan yang ke 50an, penghargaan baik Nasional maupun Provinsi yang diterima Kota Kotamobagu selama 5 Tahun.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Sulut, Asisten II Provinsi Sulut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut. Terima kasih atas semua suport yang diberikan dan muda-mudahan kegiatan seperti ini terus dipantau oleh Pemprov. Kami tidak melihat jumlah dari pemberian penghargaan, tapi banyak yang telah diberikan Pemprov termasuk pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” timpal Tatong.

Acara ini juga turut dihadiri para Asisten lingkup Pemkot Kotamobagu, Seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lurah/Sangadi, dan Kepala Sekolah penerima penghargaan.

Berikut 11 Sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata:

1. SD Negeri 1 Poyowa Kecil, Kota Kotamobagu
2. SD Katolik Santakarla, Kota Tomohon
3. SD Negeri 2 Tomohoh
4. SD Katolik Stelamaris, Kota Tomohon
5. SMA Negeri 3 Kotamobagu
6. SMP Negeri 2 Damoa, Talaud
7. SMA 1 Ratahan, Minahasa Tenggara
8. SMP Negeri 1 Amurang, Minsel
9. SD Negeri 3 Mogolaing, Kota Kotamobagu
10. SD Negeri 1 Molinow, Kota Kotamobagu
11..SD Gemim Ranomea, Kabupaten Minahasa Selatan.(Feki Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*