Penyebar Selebaran KNPB Di Masyarakat Yang Ditangkap Brimob, Diduga Kopasus & Intel Kodam

Spread the love
  • 1
    Share

Identitasprime.com – PAPUA – Situasi keamanan di papua memang susah untuk di prediksi, baru baru ini terjadi penangkapan terhadap dua orang yang sedang membagi bagikan selebaran di depan kantor Bupati papua barat.

Isi selebaran yang di hamburkan di depan kantor bupati papua barat itu adalah ajakan dari kelompok KNBP untuk mengajak sekuruh masyarakat papua ikut merayakan hari manifesto politik papua barat. Untuk itu KNPB menyerukan seluruh warga masyarakat west papua wanib merayakanya dalam bentuk ibadah,diskusi publik, mimbar bebas dan demo damai untuk menuntut hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat papua.

Kedua orang yang ditangkap oleh satuan brigade mobil dibawah pimpinan Ipda yan Wirayan dan tim tindak yang dipimpin oleh ipda fajar diduga di depan kantor bupati tersebut diduga adalah anggota intel kodam dan anggota kopasus.

Kedua orang tersebut sudah di bawah ke markas brimob untuk dilakukan pemeriksaan guna memastikan kejelasan kedua orang tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum dapat terkonfirmasi secara jelas tentang status kedua orang tersebut yang diduga adalah anggota kopasus dan intel kodam. Namun beredar dalam wa group internal brimob bahwa kedua orang yang ditangkap itu adalah anggota intel kodam dan anggota kopasus. Berikut wa group yang beredar :

Mat pagi komdan mohon ijin melaporkan bahwa pada hari Jumat tanggal 01 Desember 2017 sekitar pukul 04.00 Wit tim yang di pimpin oleh Ipda Yan Warayaan..tim SV Bripka A.Rahman dan tim tindak Ipda fajar menangkap 2 orang yang sedang menyebarkan selebaran seruan ulang KNPB 1 Desember 2017 tepatnya di depan kantor Bupati Wamena dimana 2 orang tersebut adalah anggota Intel Kodam dan 1 anggota Kopasus di mana ke dua anggota tersbt ingin melakukan cipta kondisi di kota Wamena dengan membuang atau menyebarkan selebaran tersbt…

( EGEN LASUT /popal )

Sumber lidik.net

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*