Perangkat Desa Ponto Polisikan Plt Kumtua Dengan Laporan Penggelapkan Dana Desa Tahun 2018

Spread the love

Jika Terbukti, Mandagi Minta Kapolresta Manado Tuntaskan Laporan Perangkat Desa, Bupati Copot Para Kumtua Koruptor

MINUT, IdentitasPrime – Praktik Penyalahgunaan Dana Desa kembali menyeruak di Kabupaten Minahasa Utara. Kali ini ditengarai pelakunya adalah oknum Pelaksana terpilih atau (Plt) Kumtua Desa Ponto Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, berinisial WP.

Hal ini terkuak ketika wanita Adrince Kunia (50) yang kesehariannya menjabat Wakil Ketua BPD Desa Ponto telah melaporkan Plt Kumtua Desa Ponto di Mapolresta Manado, beberapa waktu lalu.
“Saya mewakili rwkan-rekan perangkat desa secara resmi telah melaporkan Plt Kumtua kami atas ‘dugaan’ Penyalahgunaan Dana Desa Tahun 2018,” tutur Kunia selaku Pelapor.

Dalam laporan tersebut Adrince Kunia menyebutkan beberapa kegiatan Dana Desa yang belum di realisasi dengan total anggaran sekira Rp. 244.976.443 (Duaratus Empat Puluh Juta Sembilan ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Empat Ratus Empat Puluh Tiga Rupiah).
“Bukti-bukti juga sudah kami serahkan ke tangan penyidik polisi,” jelas warga Desa Ponto Jaga IV Kecamatan Wori Selasa (6/6/19) itu.
Diketahui, pelapor juga mewakili sekitar 7 (tujuh) rekannya sesama perangkat Desa Pontoh karena Terlapor enggan membangun komunikasi dengan mereka selaku peeangkat desa.
“Kami sudah tak tahan, sebab masalah ini sudah berlarut-larut. Setiap kami pertanyakan, malah kami dimarahi, jadi biarlah aparat polisi yang menindak lanjuti laporan kami,” tandasnya.

Sangat disayangkan, Camat Wori edward Tamamilang SE ketika dikonfirmasi, enggan berkomentar lebih. Namun menurut pengakuan Edward, ia sudah pernah memperingatkan oknum tersebut.
“Masalah Dana Desa 2018 itu Plt Kumtua sudah pernah saya tegur, saya minta segera diselesaikan. Tapi saya tidak tahu kalau ternyata sampai hari ini tidak dilaksanakan,” katanya.

Dilain pihak Junius Mandagi salah satu tokoh penting dalam Ikatan Pendiri Minahas Utara (IPMU), mengecam keras hal ini. “Kabupaten Minahasa Utara ini dibentuk dengan Doa dan Hati bersih agar anak-cucu kita mengenang kita sebagai perintis vondasi Kabupaten Minahasa Utara yang tidak dinodai oleh para pejabat koruptor,” katanya.
Dia menyesalkan kenapa Pemkab Minut mau mempertahankan oknum Plt Hukumtua yang tidak bertanggungjawab dengan hak masyarakat berupa Dana Desa itu. “Copot oknum seperti itu jika benar tersandung korupsi. Apalagi ada isu bahwa dia PNS dari JALUR SEKDES,” sentil Tetua Adat yang akrab disapa Om Utu itu.
Jika laporan perangkat Desa Ponto di Polresta Manado, terbukti Mandagi minta Kapolresta Manado tuntaskan laporan perangkat Desa Ponto itu.
“Praktik merampok uang rakyat dari Dana Desa itu sangat memalukan, dan Presiden RI sendiri sudah mengingatkan, tak ada ampun bagi para pelaku. Kebetulan Pak Kaporesta Manado orang Minut, kami mengapresiasi Bapak. Ayo Pak tindak tegas laporan itu agar masyarakat Minut bangga miliki Kawanua yang telah memenjarakan seorang kotuptor kendati berasal dari kabupaten yang sama,” pungkas Junius Mandagi. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*