Polda Sulut Diminta Tangkap Ko Afu Bos Mafia Solar Ilegal

Spread the love

Identitasprime. Com – Manado – Maraknya dugaan pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Miyak (BBM) Solar Bersubsidi di kota manado Provinsi Sulawesi Utara, mencerminkan Hukum pidana tidak berdaya, rangkaian pembiaran oleh pemangku jabatan melahirkan asumsi publik sarat dugaan persengkongkolan, konpirasi terstruktur. Jumat, Tanggal, (24/08/19)

“Perdagangan BBM solar bersubsidi di Kota Manado dan sekitarnya , perlu mendapat perhatian dari penegak hukum/Polisi, dalam hal ini polda sulut. Pasalnya hampir semua SPBU tidak tersedia BBM solar dan antrian kendaraan memanjang hingga kurang lebih 700 meter.

“BBM Solar bersubsidi diduga kuat di tampung oleh salah satu mafia BBM ilegal bernama ko afu di desa pineleng kabupaten Minahasa.

“Saya meminta kepada pihak penegak Hukum/Polisi, kira nya dapat mentertib kan para vampir vampir solar yang berkeliaran hampir di setiap SPBU Ucap Ronaldo.

Pantauan Awak Media di lapangan, BBM Solar Bersubsidi di angkut menggunakan mobil dam Truck dan di tampung di rumah ko afu di pineleng yang kemudian akan dijual lagi dengan harga tinggi. Terang ronal.

Hal senada di katakan juga oleh hendra jacob, menurut Hj sapaan akrabnya bahwa pihak kepolisian harus merespon keluhan masyarakt dan menangkal ko afu bos BBM jenis solar ilegal. Tukasnya.

Ditambahkannya lagi, polisi wajib hukumnya menindak bos mafia BBM solar ilegal ini sebagai bentuk jawaban terhadap keresahan masyarakat atas kelangkaan BBM solar dan juga sebagai komitmen penegak hukum dalam membasmi kejahatan yang terjadi di depan mata.

Diduga kuat bos mafia BBM jenis solar ilegal bernama ko afu ini sangat cerdik dalam upaya menyuap oknum oknum polisi demi memuluskan bisnis ilegalnya itu. ” Saya percaya polda sulut memiliki integritas tidak tergalang dengan bujuk rayu sang mafia solar tersebut dan tetap komitmen menjalankan tugasnya dengan mengedepankan profesionalisme. Tegas Hendra Jacob.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*