Polres Minut Masih Lambat Tangani Pengaduan Masyarakat

Spread the love

Minut, IdentitasPrime – Pada rentang waktu enam bulan, sesuai data yang ada, telah terjadi tujuh kasus pembunuhan di Kabupaten Minahasa Utara yang diduga kuat sebagian besar dipicu oleh pengaruh minuman keras.
Tingginya jumlah kasus pembunuhan di Minut ternyata tidak lepas dar perhatian aktivis Minut, Noris Tirayoh.

Menurut Norris, hampir semua kasus berawal dari minuman keras (miras). “Bahkan tadi malam saja hampir terjadi tarkam yang melibatkan Kelurahan Airmadidi Bawah, Rap-Rap dan Sarongsong I. Berkali-kali warga menelepon Polres Minut. Nomor yang dituju aktif tetapi tidak diangkat, padahal warga sudah berulang-ulang menelepon di nomor 0431891110 sekitar jam 5 subuh,” ujar aktivis vokal itu.
Pelayanan piket seperti itu membuat dirinya bertanya, ada apa dengan kinerja polisi, terkait telepon tersebut.

“Kapolres Minut diharapkan agar lebih sering turun lapangan, bukan hanya dengar laporan anakbuah. Seharusnya Kapolres bersama jajaran lebih giat melakukan sosialisasi ke warga. Upaya pencegahan lebih berguna dari pada so jadi perkelahian antar kampung baru mo turun,” seru Norris Tirayoh.

Bahkan, timpal Norris, bukan hanya dalam hal layanan tepon saja, ternyata walaupun sudah dilaporkan, pihak Polres sampai saat ini terkesan setengah-setengah hati.
Karena para pelaku yang dilaporkan sudah di depan polisi lengkap dengan senjata tajam tapi polisi tidak melakukan tindakan apapun, sehingga ini justru memicu kegeraman warga yang melapor.
“Mungkin nanti so baku potong baru polisi bertindak,” pungkas sia sambil menggeleng-gelengkan kepala.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*