Polsek Kauditan Amankan 4 Pelajar Pengkonsumsi Lem Eha-Bon

Spread the love

– Kabupaten Minahasa Utara dalam 3 tahun terakhir ini rentan dengan kasus kenakalan remaja dan anak khususnya di lingkup dunia pendidikan.

Bicara remaja dan anak sekolah, otomatis kita akan mengarah pada manfaat dan supstansi orangtua dirumah, serta kualitas para guru di masing-masing sekolah.
“Yah jaman sekarang dunia sudah edan. Kalau dijaman kita, senakal-nakalnya kita, tapi kita masih punya rasa segan dan malu kepada orangtua dan guru. Sangat berbeda dengan sekarang,” keluh Ibu Ois Tirajoh warga Watudambo Rabu (9/8).

Cermin kehancuran yang mengancam mada depan para pelajar, kembali menyeruak. Selasa (8/8-2017) Kapolsek Kauditan AKP Hilman melalui Waka Polsek Ipda Hadi Purwanto turun ke TKP menindaklanjuti informasi warga yang mana disalah satu rumah warga di Desa Kauditan, ada empat pelajar sedang asyik mengisap aroma Lem Ehabon.
Dengan sigap Waka Polsek bersama anggota piket sontak turun ke TKP. Di TKP, tim Polsek mendapati apa yang di informasikan warga.
“Ditempat itu ada empat siswa yang sementara isap bau Lem Eha-bon,” aku Waka Polsek Kauditan.
“Ke-empat siswa diamankan ke Polsek Kauditan bersama barang bukti berupa satu kaleng Lem Eha-Bon untuk diinterogasi dan diambil data.
Kemudian polisi memanggil orang tua dari masing-masing (ke-4 siswa), dan diberikan pembinaan.
Kapolsek Kauditan AKP Hilman M melalui Waka Polsek Ipda Hadi Purwanto menyampaikan, setelah diambil data, para siswa diberi pembinaan disamping para orangtuanya. Sesudahnya, mereka diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Semoga kedepan nanti dengan bagusnya pembinaan dan perhatian orangtua dan para guru, anak-anak tidak lagi berani melakukan hal seperti ini. Merwka sudah didata, dan jika nanti kedapatan lagi dalam kasus yang sama, kami akan ambil sikap yang lebih serius, agar tercipta efek jera,” beber perwira polisi yang ramah dengan wartawan itu.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*