Press Release Polresta Manado ungkap, 1 Dari 4 Perampok di GPI dan 2 TKP Lainnya Ternyata Mantan Anggota Polda NTT

Spread the love
  • 63
    Shares

Bawensel: “Betul, tapi sudah dipecat beberapa tahun lalu. Jadi sekarang dia sudah bukan anggota Polri lagi”

MANADO, IdentitasPrime РUsai diringkus Tim Macan Resmob Polresta Manado, ke lima (5) perampok di rumah Camat Mapanget Reintje A Heydemans, di Perum GPI (Perumahan Griya Paniki Indah), Minggu (13/1/2019) silam, kelimanya diamankan di ruang tahanan Mapolresta Manado.

Satu hal menarik terungkap pada Konferensi Pers (PRESS RELEASE) Penangkapan Perampok di Rumah Camat Mapanget JL alias Joni (41), warga Desa Matungkas, Jaga XI, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara ternyata pernah menjadi anggota Polri.

Perlu diketahui, Djoni dipecat dari anggota Polda NTT, berpangkat Bripka Tahun 2013, kemudian masuk penjara dengan kasus penggelapan di daerahnya.
Dan para pelaku perampokan tersebut masing-masing berinisial MKA alias Miase (45), NC alias Ecet (41), HAA alias Hamdi (29), AR alias Tuan Adi (48), ke empatnya warga Kabupaten Lombok Tengah, dan JL alias Djoni (41) warga NTT yang berdomisili di Desa Matungkas, Jaga XI, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara.

Djoni dipecat dari anggota Polda NTT, berpangkat Bripka Tahun 2013, kemudian masuk penjara dengan kasus penggelapan.
Keluar penjara Djoni menjadi ketagihan berbuat kejahatan. Ia melarikan diri ke Kota Manado dan menjadi DPO Polda NTT.
Tinggal di Manado, Djoni semakin beringas. Dia diduga melakukan pencurian dengan kekerasan bersama teman-temannya di beberapa TKP, sampai berakhir ditangan Tim Macan Resmob Polresta Manado beberapa waktu lalu.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, membenarkan yang mana Joni eks anggota Polri. “Betul, tapi sudah dipecat beberapa tahun lalu. Jadi sekarang dia sudah bukan anggota Polri lagi,” tukas mantan Kapolres Minsel ini Senin (21/1).

Terkuak pula komplotan perampok ini sudah beraksi beberapa kali di sejumlah lokasi, termasuk di Kecamatan Mapanget dan Paal Dua, Kota Manado.
“Di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, terjadi pada Kamis (6/12/2018) lalu, sementara di Perumahan Malendeng Residence Kelurahan Malendeng Lingkungan VIII Kecamatan Paal Dua, terjadi pada Sabtu (5/1/2019),” jelas Bawensel.

Kombespol Benny Bawensel (Kapolresta) didampingi Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Kasat Reskrim Polresta Manado AKP AA Gede Wibowo Sitepu mengungkap, komplotan ini beraksi di Perumahan GPI Jalan Akasia Raya 1 Nomor 10 pada Sabtu (12/1/2019).

Dalam kasus perampokan di rumah Camat Mapanget di GPI, polisi bertindak cepat dan terungkap pada Sabtu (12/1/2019) subuh sambil menjemput ke-4 twrsangka di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Satu di antaranya tidak bukan pelaku di GPI, namun terlibat sebagai tukang tadah barang rampokan. Satu tersangka lainnya tetap stand-bye, karena sudah jadi warga Sulut,” timpal Kasat Reskrim Polresta Manado AKP AA Gede Wibowo Sitepu.
Tersangka Djoni yang sempat diwawancarai mengaku, sebelum merampok rumah camat, dia dan tiga rekannya mwnggambar peta lokasi.

Memakai sebuah mobil, mereka memamtau kawasan target di GPI. Sabtu subuh mereka beraksi.
“Saya yang menyetir mobil membawa teman-teman menyusuri jalan baru melalui Ringroad 2 ke GPI. Kami berhenti dibelakang Waterpark GPI, lalu teman-teman turun disitu,” bebernya.

Djoni mengaku tidak ikut merampok, tapi menunggu di depan Transmart. Setelah ke-tiga temannya datang dwngan hasil jarahan, teman-temannya pun bertolak kwmbali ke Lombok lewat jalur Provinsi Gorontalo dengan membawa hasil perampokan.
“Saya hanya diberikan uang Rp 500.000 dan sebuah handphone, perhiasan yang di jual dipusat Kota,” jelasnya.
Namun apapun alasan dan cerita yang di urakan tersangka, ke-limanya harus bwrurusan dengan hukum dan mempertanggungjaeabkan perbuatannya. (Meikel/Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*