Proyek Jalan Soekarno Dana APBD 2017 Diduga Sejak Awal Pekerjaan Sudah Bermasalah, Aparat Hukum Tutup Mata?

Spread the love

UPAYA PERBAIKAN BUKAN JADI LEBIH BAIK, ASPAL YANG ADA MALAH KIAN MENIPIS DAN CERAI-BERAI ANCAM KESELAMATAN PENGGUNA JALAN

MINUT, IdentitasPrime – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Dana APBD 2017 di Dinas PU Minut, disinyalir terjadi pada pekerjaan proyek peningkatan kualitas jalan di ruas jalan Soekarno, begitu nyata.

Pasalnya, ruas jalan ini adalah poros jalan yang setiap hari dilalui Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, DPRD Minut, Polres Minut dan Kejari Minut, namun entah kenapa, walau dari awal pekerjaan sudah tampak ketidak beresan dalam hasil pekerjaan, terbukti sampai hari ini tidak ada penindakan dan perbaikan serius baik dari instansi terkait, maupun dari pihak penegak hukum terkait.

“Ada apa dengan Aparat Hukum di Minahasa Utara, kasus didepan mata terdiam tanpa ada penindakan. Kalau beberapa waktu lalu belubelum disentuh, itu bisa dimaklumi sebab masih dalam tahap pemeliharaan. Tapi kalau saat ini, apa masih pemwliharaan juga,” sembur Rinto Rachman Aktivis Sulut Coruption Watch, Rabu (12/09).

Sesuai pantauan media ini, baru dua minggu usai pekerjaan, hasil proyek Hot-mix jalan ini sudah tampak tidak beres karena diduga selain volume material aspal tipis, alat berat yang dipakai kurang memenuhi syarat, dan kuat dugaan kadar panas Hot-mix sudah dibawah standarisasi.

Akibatnya, kendati sudah diperbaiki dan diperbaiki lagi, ruas jalan Soekarno di arah disekitar Pertigaan Pemkab Minut, kian rusak dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.

“Pasti ada yang tidak maksimal dalam realisasi pekerjaan sehingga bahan aspal tidk bisa saling menyatu bagai air dan minyak, ini tak boleh didiamkan, ini harus ditindaki,” ujar Rinto.

Menariknya, dalam beberapa bulan terakhir jabatan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Minut, malah sudah tiga (3) kali mengalami pergantian tanpa alasan yang pasti.

“Ada apa dengan Pemkab Minut dan kepolisian serta kejaksaan, ini sudah masalah serius sebab indikasi penyimpangan sudah ada didepan mata, apakah tak ada tindakan serius seperti memproses hukum pihak pelaksana pekerjaan proyek jalan ini,” seru Rinto Rachman.

Aspal yang baru tidak menempel (tercerai-berai) bagai kain yang robek, sehingga menjadi mirip lubang-lubang menganga panjang dan lebar.

Kalau kendaraan yang baru saja lewati jalan ini, pasti pengemudinya akan kaget dan menginjak rem mendadak, sehingga tak jarang terjadi pertengkaran antara para pengguna jalan karena lubang-lubang mirip selokan ditengah jalan tersebut.

“Indikasi penyimpangan sudah jelas, tunggu apalagi. Kecelakaan lalu lintas sudah beberapa kali terjadi, apakah nanti sudah ada korban nyawa baru ada tindakan,” tukas aktivis asal Likupang itu.

Pihaknya, lanjut Rinto berharap Minut maupun Kejari untuk mengungkap masalah yang terjadi pada proyek pekerjaan Jalan Soekarno ini.

“Semoga Polres maupun Kejari tidak membiarkan hal ini mengingat proses pelaksanaan proyek jalan ini adalah anggaran dari uang negara, dan kami menduga sudah dicairkan 100%. Kalau didibiarkan tanpa ada tindakan tegas, apa kata masyarakat terkait kinerja dan fungsi aparat hukum terhadap indikasi korupsi seperti ini,” pungkas Rinto. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*