PT MSM/TTN Jamin Oknum Security Penganiaya Karyawan, Ditindaki

Spread the love

Inyo: “Terlapor sudah di Skorsing”

MINUT, IdentitasPrime – Kasus pemukulan yang dilakukan Security PT MSM/TTN Herat Togelang (HT) terhadap salah seorang karyawan, berujung penyesalan.

Stenly Patoh warga Desa Rinondoran yang tercatat sebagai Helper Alat Drill, pada PT Bintang Mandiri Perkasa (BMP), salah satu anak perusahaan dari PT MSM/TTN, babak belur dihantam dengan pentungan di Pos
Foxrot.
“Saya tak berani melawan karwna takut diberhentikan dari pekerjaan. Saya hanya kecewa, saat kejadian ada beberapa security dan anggota polisi, tapi tidak menghalangi,” keluh Patoh.

Manager Sekuriti Albert Waworuntu melalui Publik relation and cimmunication Herry Rumondor (Sinyo) menegaskan, siapa saja karyawan yang melakukan aksi pemukulan apalagi dalam.area perusahaan, pasti diberi sanksi.
“Jika terjadi di dalam area, sanksinya berat. informasi dari Department Security, terlapor sudah di skorsing sampai akhir masa kontrak. Itu kan sama saja dengan pemberhentian secara terhormat,” beber Inyo (Herry rumondor red-), Selasa (21/5).

Kata Inyo lagi, PT MSM/TTN juga sudah tahu kalau dalam kasus pemukulan itu korban telah melaporkan pelaku ke Polsek Likupang, dan sudah di visum.

“Jika Terjadi di dalam rrea dan ditetapkan sebagai tersangka, sekali lagi kami katakan, sanksinya berat.Dan kami akan.patuh pada hukum yang ada,” timpal Herry.
Adapun proses pemberhentian karyawan dalam lingkup PT MSM/TTN, lanjut dikatakan Rumondor, dari Department Security (pihak yang memayingi karyawannya) naik ke HRD PT MSM/TTN.
“Nah, kemudian oleh HRD, oknum terkait langsung diproses sesuai aturan yang berlaku dalam community,” tandasnya.
Sementara Stenly Patoh korban pemukulan/penganiayaan yang dilakukan oleh Herat Togelang mantan security PT MSM/TTN mengaku sudah memaafkan perbuatan terlapor atas dirinya.
“Saya sudah maafkan dia. Namun kita tak bisa menghalangi proses hukum yang sedang berjalan,” tandasnya.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*