PUD Klabat Tegaskan, Pihaknya Tak Lakukan Pungli Di Pasar Kauditan

Spread the love

Luntungan: “Sekali lagi, kami tidak pernah perintahkan karyawan tagih uang Parkir dan uangKeamanan”

MINUT, IdentitasPrime – Berita dugaan pungutan liar (pungli) di Pasar Kauditan yang diduga atas suruhan Kepala Pasar (Kapas) Kauditan, Angel Luntungan, cukup menghebohkan masyarakat umum di Kabupaten Minahasa Utara. Melihat situasi itu bakal melebar dengan beraneka ragam tudingan miring, akhirnya PUD (Perusahaan Umum Daerah) Klabat, angkat bicara.

Direktur Utama PUD Klabat, Estrella Tacoh melalui Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Umum, Ardiles Katiandagho dalam statement pada pemberitaan di akun media online identitsprime, menegaskan, pihaknya sangat menghargai usul, saran dan kritikan terkait kinerja pihaknya, termasuk sistem yang berlaku di lapangan (di pasar-pasar).

Tapi pungutan liar di Pasar Kauditan yang diduga diperintah oleh Kepala Pasar, menurut Ardiles, tidak benar.
“Demi membangun Minut dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang murni dan tidak berurusan dengan hukum, maka kami selalu memonitor sistem dan cara kerja para Kapas dan mandor di masing-masing pasar,” katanya.
PUD Klabat, lanjut Katiandagho, sudah memanggil dan menanyakan langsung kepada Kepala Pasar Kauditan, dan hal itu tidak benar.
“Terima kasih atas kritik dan saran untuk kami. Sesuai aturan yang berlaku, bila benar karyawan kami bersalah, kami siap memberhentikannya,” tandas Ardiles.
Terpisah, Angel Luntungan Kepala Pasar Kauditan di komentarnya dalam akun facebook identitasprime menyampaikan klarifikasinya bahwa sebagai karyawan PUD Klabat, ia menjamin kalau pihaknya tidak pernah lakukan pungli
“Dalam menagih retribusi dan kebersihan, kami selalu menggunakan karcis agar tidak terjadi pungli dalam area Pasar Kauditan,” jelasnya.
Mengenai tagihan diluar kewenangannya, timpal Angel, itu urusan Dinas Perhubungan, bukan x “Tidak ada pungutan liar diwilayah pengawasan kami yang dilakukan oleh orang-orang kami, sebab semua yang kami lakukan, sudah sesuai prosedur yang berlaku di PUD Klabat. Kalau ada pihak lain yang menagih parkir dan keamanan, itu bukan kewenangan kami baik secara pribadi maupun secara institusi (PUD Klabat),” tandas Luntungan.
Sampai hari ini, pungli masih saja berlangsung di Pasar Kauditan. Namun dari informasi yang dirangkum wartawan, pungli itu bukan dilakukan oleh karyawan PUD Klabat, maupun pihak Pasar Kauditan, namun oleh beberapa masyarakat setempat, dibawah komando seorang preman.
Menariknya, walau kebanyakan pedagang sudah tahu siapa yang menyuruh orang-orang itu menagih ongkos parkir dan biaya keamanan, tapi tidak ada satupun pedagang yang mau menyebutkan identitas preman yang dimaksud itu.
Yang pasti para pedang sangat berharap agar preman yang dimaksud sebagai penyuruh orang-orangnya melakukan pungutan liar. “Tidak ada pedagang yang berani menyebut namanya, sebab orang yang dimaksud, cukup banyak masalah disini.
Biarlah aparat hukum yang menentukan sikap sesudah masalah pungli tersebut.sudah menyentuh masyarakat umum,” turup warga yang minta namanya dirahasilan.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*