Puluhan Pemilik Rumah Makan Resah Karena Tawuran Pemuda Pasar Tua vs Parigi Tofor

Spread the love
  • 17
    Shares

Dandim 1310: “Nama-nama para biang kerok sudah kita kantongi, kita sudah memantau setiap pergerakan disana”

 

BITUNG, IdentitasPrime – Sudah satu minggu lebih (8 hari) Warga Pasartua dan warga Parigi Tofor Kelurahan Bitung Tengah, resah karena adanya tawuran para pemuda yang berlangsung hampir setiap hari.
Sesuai pantauan media ini, tawuran antar pemuda bermula pada Minggu Subuh (20 Mei) jam 06.30 wita.
Yang meresahkan masyarakat, ternyata ada beberapa pemuda pakai senjata jenis Panah Wayer dan senjata tajam.
Minggu Subuh (27/5) sekitar pukul 06.30 witta, hari Minggu subuh sekitar pukul 01.00 witta, Hari ini Senin (28/5), Pikul 17.35, tawuran kembali terjadi.
Yang patut ditanda kutip dalam kejadian ini adalah oknum-oknum yang sama (penyebab masalah awal yang namanya sudah dikantongi red-), masih terlihat aktif dalam tawuran berkepanjangan itu.
Aktor-aktor terkait antara warga Parigi Tofor dan warga Pasar Tua, bahkan telah melibatkan pemuda dari kampung tetangga.
Para pedagang pemilik rumah makan, menjadi resah.
“Ini suasana Bulan Puasa umat Islam, dan sering terjadi baku serang di hari Minggu pagi, saat Umat Kristen beribadah, kalau terjadi sesuatu, ada korban mati, takutnya akan merambat ke SARA,” keluh salah seorang Ibu pemilik rumah makan.

Hari ini Senin (28/5), Pukul 17.35, tawuran kembali terjadi. Kedua kubu saling serang, setelah aparat dari Polsek, Polres dan aparat TNI non seragam tiba di TKP, kedua kubu bertikai nampak masih sempat saling serang, kemudian lari menghindari aparat yang sudah menduduki area bagian tengah Pasar tua.


“Kami berharap aparat menangkap para otak pelaku, agar mereka jera untuk berbuat lagi. Kami juga berharap ada pos keamanan disini supaya tidak terjadi lagi perkelahian yang menakutkan itu.

Warga juga mempertanyakan kinerja Polsek Maesa. Warga minta Polres Bitung evaluasi fungsi anggota Polsek Maesa. “Kejadian ini sudah lama diketahui aparat Polsek Maesa, tapi sampai hari ini tidak ada tindakan untuk menghentikan masalah itu sehingga jadi berlarut-larut, semoga Polres Bitung membekuk para pelaku dan mendirikan pos keamanan disini,” pungkas para pedagang, Senin 28 Mei 2018, pukul 22.15.

Perlu diketahui, sampai hari ini, di Pasar tua ada kurang-lebih 21 rumah makan.
Sampai hari ini, suasana mulai kondusif, karena sudah ada patroli rutin dari aparat gabungan di sekitar Pasar tua maupun Parigi Tofor. Apalagi ada informasi yang mana beberapa pelaku yang namanya sudah dikantongi aparat, ada yang telah diamankan untuk diproses lebih lanjut.

Sampai berita ini naik, Kapolres Bitung belum memberi komentar apa-apa.
Terpisah, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat membenarkan yang mana pihak Intel-nya telah menerima laporan dan keluhan warga setempat.
“Nama-nama para biang kerok sudah kita kantongi, kita sudah memantau setiap pergerakan disana. Warga jangan terprovokasi dan bertindak bodoh, tetap melapor saja, sebab kami aparat sudah saling kordinasi setiap pergerakan disitu,” kata Dandim via whats-app Rabu (30/5).

Sebagai pengawal Hankam, Dandim 1310/Bitung meminta para perusuh di Pasar tua dan Perigi Tofor sebaiknya menggentikan pertikaian antara mereka, agar tidak sampai berurusan dengan hukum.

“Ingat, ini dalam suasana Bulan Puasa, aparat Polri dalam agenda Operasi Pekat, dan kami selalu siap memback-up setiap upaya menjaga keamanan. Kalau ada yang kumpul-kumpul terutatama pemuda yang bermaksud bikin keributan, kasi tahu saya, pasti kita sikapi,” pungkas Kusnandar.(Noval)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*