Putra Bangsa Asal Yahukimo Papua Gugur Saat Lakukan Pengamanan Jalan Trans Papua

Spread the love

 

Prada Usman Helembo

PAPUA, IdentitasPrime – Keji dan tanpa peri kemanusiaan kembali dipertontonkan para pemberontak di Tanah Papua (Irian Jaya) ketika terjadi kontak senjata antara TNI dan Kelompok Separatis bersenjata, Sabtu (21/7), sekira pukul 12.25 Wit.

Aksi baku tembak ini terjadi lagi di wilayah Nduga saat anggota Satgas Yonif 755/Yalet berkekuatan 29 prajurit melakukan pengamanan pembangunan jalan Trans Papua di Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga.

Kontak senjata dadakan tersebut mengakibatkan Prada Usman Helembo salah satu putra bangsa berasal dari wilayah Yahukimo Papua, meninggal dunia terkena tembakan di bagian pinggang sebelah kanan.

” Diduga tembakan dari kelompok Separatis berasal dari arah barat/ sebelah kanan camp dengan jarak sekitar 150 -200 M saat anggota Satgas Yonif 755/Yalet melaksanakan kegiatan administrasi usai pembukaan jalan trans Papua,” beber Danki Satgas Lettu Inf Rudian Chandra melalui ponselnya.

Berawal dengan bunyi tembakan yang mengarah kepada mereka, Danpos Nduga Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat bersama 29 anggota nya berlindung di box steling sambil membalas tembakan. Kontak senjata itu berlangsung selama hampir 30 menit.

Danki Satgas Lettu Inf Rudian Chandra mengatakan ketika situasi masih saling tembak, Danpos Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat melakukan pengecekan personel dan mendapatkan Prada Usman Helembo terkena tembakan dibagian pinggang sebelah kanan dengan kondisi lemah akibat luka tembak.

” Tidak menunggu lama, Tim kesehatan Satgas langsung menangani Prada Usman dan memasang infus serta menutup bagian luka yang terkena tembakan, sementara anggota yang lain membalas tembakan sambil berlindung,” irai Rudian.

Menurutnya, Sekitar pukul 13.40 WIT, baku tembak antara satgas TNI dan kelompok separatis berhenti, hal tersebut dimanfaatkan Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat mengecek kembali anggota nya dilanjutkan dengan Han Pos sambil menunggu proses evakuasi Prada Usman.

” Pada pukul 14.10 WIT, Korban Prada Usman Helembo dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Kesehatan Satgas saat masih berlidung dari kontak tembak dilapangan,” tuturnya.

Pukul 15.24 WIT, Helly Bell take off dari Bandara Mozez Kilangin Timika menuju Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga untuk evakuasi jenazah Prada Usman Helembo.

Namun proses evakuasi batal dilaksanakan karena kondisi cuaca yang sangat buruk dan kabut tebal sehingga Helly Bel kembali ke Timika.

Minggu (21/7) pada pukul 11.10 WIT Helly Bell Penerbad yang membawa jenazah Alm. Prada Usman Helembo telah tiba di Timika dan disemayamkan di Mayonif 754/ENK.

” Besok pagi hari Senin jenazah akan diberangkatkan menuju Wamena menggunakan pesawat Trigana Air,” terang Rudian.

Jenazah Almarhum Prada Usman rencana nya akan di makamkan pada hari Senin secara militer di TMP Wamena yang akan di pimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Pandit Yosua Sembiring.

Almarhun Prada Usman Helembo yang lahir pada tanggal 1 Mei 1996 merupakan salah satu pahlawan putra terbaik bangsa berasal dari Yahukimo Papua, putra pasangan Alm. Bapak Son Helembo alias Isai Halembo dan Ibu Yuhana Hubusa.
Almarhum meninggalkan seorang Ibu dan 2 Saudara Kandungnya Yonen Helembo serta Yonince Helembo.

Semasa hidup, Almarhum Prada Usman Helembo dikenal rekan-rekannya sebagai prajurit yang berdedikasi dan loyal terhadap atasan maupun seniornya. Almarhum tercatat sebagai lulusan pendidikan Dikcata TNI AD Tahun 2007 di Rindam XVII/Cenderawasih. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*