Raih Medali Perak di Pra-PON Jakarta, Iwan Herry Pondaag Jatah 1 Tiket PON XX Papua 2020

Spread the love

Oche: “Kami dari EDC Minut mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih Abang Herry Pondaag”

NASIONAL, IdentitasPrime – Lagi, lagi, dan lagi… Putera Sulaweai Utara, Iwan Herry Pondaag buktikan kualitasnya sebagai salah satu atlet bilyar nasional/internasional terbaik yang belum dapat tergantikan terutama dalam turnamen akbar.

Di nomor lomba bilyar 15 Ball Single Rov 1, Babak Kualifikasi (Pra-PON) XX / 2020 Papua yang digelar di Pusat

Puslatnas POBSI Jakarta tanggal 21-30 Agustus 2019, Iwan Herry Pondaag atau akrab disapa Herry ini memang hanya mampu meraih Juara 2 (Medali Perak) saja setelah dikalahkan oleh atlet muda Agus ( 27) dari DIY.
“Saya bermain sangat akurat dan sangat vit. Tapi saya harus akui, Agus yang saat ini sedang dalam performa terbaiknya (sedang digodok di PELATNAS SEA-GAMES) adalah lawan paling tangguh bagi saya saat itu.

Pengakuan Herry bukanlah omong kosong belaka. Pasalnya, selain Provinsi Sulut memberangkatkan sejumlah pemain berkelas, dari daerah lain juga hadir pemain-pemain berkelas nasional/internasional seperti Yudharman dan Ricky Yang.
“Mereke saja tumbang di babak 16 dan 8 besar, dan di Final saya dikalahkan Agus dengan skor 5-3,” aku Herry dengan wajah cukup puas.

Inilah kronologi crossing duel maut lomba bilyar 15 Ball Single Rov 1, Babak Kualifikasi (Pra-PON) XX / 2020 Papua yang digelar di Pusat
Puslatnas POBSI Jakarta tanggal 21-30 Agustus 2019:

Setelah Iwan “Herry” Pondaag mengalahkan pebilyar Muhamad dari Provinsi sulawesi Tengah dengan skor telak 5-0, di babak16 besar Pondaag berhadapan teman baiknya Yudharman dari Provinsi Bali.
Yudharman yang pernah meraih juara Asia tahun 2010 silam harus takluk ditangan Herry dwngan skor 5-2.

Babak 8 Besar Herry harus bekerja ekstra karena bertemu Budi Sumarno asal Provinsi Kalimantan Barat. Budi dikenal sangat tenang sehingga pernah meraih Juara 1 di Manado Open tahun 2009 silam yang sekarang sedang di karantina Pelatnas SEA GAMES.
Iwan Herry Pondaag menumbagkan Budi dengan skor 5-2.
Di babak 4 besar, dalam perebutan Medali Perunggu Iwan H Pondaag membuktikan superiornya dengan mengalahkan atlet muda kharismatik Ismail (24) dari Sulawesi sepatan.
Karena sangat tajam dan full-power, di usia belia Ismail sudah dijaring Pelatnas untuk SEA GAMES. Tapi Iwan Herry Pondaag, Valentino Rossi-nya Bilyar, yang sudah matang dalam pengalaman bertarung, harus mengandaskan Ismail dengan skor 5-2.
Keesokan harinya, di partai final Pondaag bertemu lagi dengan atlit muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta bernama Agus (27).
Tajam, akurat, berada dalam top performa serta unggul jam terbang serta fasilitas maupun stamina, Agus yang merupakan satu atlet muda yang terbaik di kubu PELATNAS SEA GAMES, akhirnya Agus menghentikan tune-up perform Iwan Herry Pondaag di Final dengan skor 5-3.
Dengan begitu, Agus meraih Medali Emas, Iwan Herry Pondaag Medali Prak sebagai runer-up. Dan ini sudah cukup mengamgkat nama besar SULUT, sebab Herry sudah milikki jatah satu (1) tiket untuk Pon XX tahun 2020 nanti di Provinsi Papua.
Reputasi Iwan Herry Pondaag.dalam mengangkat kembali nama besar Provinsi Sulawesi Utara kendati situasi PB POBSI bisa dikata.sedang dalam keadaan tidak sehat, ternyata tak lepas dari perhatian kubu.Erol Dungus Center Minahasa Utara (EDC Minut).
Erol Dungus SH melalui Youtje Sambuaga mengatakan, sangat bangga milikki atlet senior seerti Iwan Herry Pondaag.
“Herry merupakan spesialis turnament yang belum dapat digantikan keberadaanya kendati Sulawesi Utara dikenal dengan gudang para atlet,” tutur Sambuaga yang sudah pernah melihat pertarungan Herry Pondaag di Kolongan Kecamatan Kalawat beberapa bulan silam.

Herry, lanjut Sambuaga, sudah kenyang asam-garam di berbagai pertandingan, dan dia sudah mengoleksi beraneka-ragam  penghargaan. “Medali Mas atau perak, sama saja. Dan kami dari EDC Minut mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih Abang Herry Pondaag. Peluang raih medali mas masih ada di PON XX  Papua nanti,” ucap Youtje yang akrab disapa Oche itu. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*