Ratusan Massa Dari 14 Ormas/LSM Koalisi Gelar Demo Damai

Spread the love
  • 47
    Shares

Massa Demo Di Kejati, Depag Dan PLN Suluttenggo

MANADO, IdentitasPrime – Hari ini pukul 09:00 wita, sekitar 500-an massa yang tergabung dalam 14 Koalisi Ormas adat dan Ormas Nasional, menggelar Unjuk Rasa (Unras) damai di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut).

Menurut Steven Kembuan Ketua Umum LSM Benteng Nusantara, Unras damai di Kejati Sulut bertujuan mendukung penuh kinerja pemerintah, dalam hal ini, saat menangani kasus Dugaan Korupsi Proyek Pemecah Ombak di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur, Minut.
“Sebagai warga negara yang baik, taat pada aturan yang berlaku di NKRI, maka kami meminta Kejati Sulut untuk bekerja maksimal menangani kasus Pemecah Ombak Likupang, tanpa harus terintimidasi atau tertekan oleh ulah LSM/Ormas yang menggelat demo dengan kepentingan tertentu. Biarkan Kejati Sulut bekerja sesuai tupoksi mereka tanpa harus di intervensi,” katanya.
Ormas/LSM Koalisi juga, lanjut Kembuan meminta Kejati Sulut mengimbau agar Kesbangpol Sulut mengevaluasi legalitas LSM/Ormas tidak terdaftar ke Kesbang.

“Seperti kita ketahui bersama, banyak LSM/Ormas dalam strukturnya hanya memiliki Ketua, Skretaris, Bendahara (KSB) saja, tanpa AD/RT dan kantor serta program kerja. Itulah yang harus di evaluasi agar pemerintah dapat memonitor sepak terjang mereka,” semburnya.
Sekitar dua jam massa menggelar orasi mensuport kinerja Kejati dan Pemerintah, massa kemudian berpindah ke Kantor Departemen Agama (Kandepag) Perwakilan Sulut.
Di Depag 14 Koalisi LSM/Ormas meminta agar Depag menyampaikan ke Menteri Agama agar memberi perlakuan adil terhadap jabatan Ketua atau Kepala Kantor Departemen Agama Sulawesi Utara (Kakandepag Sulut).
“Sudah 40 tahun lebih Kakandepag Sulut dari Agama Islam, padahal negara kita memiliki Agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. Kami minta Presiden RI melalui Meteri Agama memberi hak kepemimpinan yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Depag di Sulawesi Utara yang mayoritas beragama Nasrani, Kakandepag harus bergantian, baik Budha, Hindu, Islam maupun Kristen,” desak Ketua LSM Benteng Nusantara itu.
Bukan itu saja, Koalisi juga meminta pemerintah pusat menghentikan penyaluran dana ke Kandepag Sulut karena terendus penyaluran dana iti dipakai untuk kampanye politik.
“Banyak kucuran dana tak transparan di Depag. Kami minta itu dihentikan agar tidak terjadi penyalah gunaan uang negara di Depag,” imbuh Steven Kembuan.

Kurang lebih satu jam ber-orasi, 14 LSM / Ormas Koalisi selanjutnya beralih ke PLN Suluttenggo, meminta untuk Bulan Desember nanti, tidak ada pemadaman listrik.
“Baik PLN Suluttenggo maupun pihak ketiga yang menangani listrik, kami minta dengan tegas agar sejak awal Desember sampai awal Tahun Baru, tidak ada pemadaman listrik apalagi pemadaman secara mendadak,” tandas Kembuan.
Usai menggelar orasi damai di tiga (3) instansi, ratusan massa membubarkan diri dengan tertib tanpa ada riak-riak mengusik kepentingan umum termasuk lalu-lintas.
“Sekali lagi, kami mendukung penuh setiap kinerja pemerintah. Jadi kami harus bubar dengan tertib, tidak mengganggu kepentingan umum. Kami harap apa yang kami minta, di atensi dan disikapi serius, kalau tidak, kami akan datang dengan jumlah lebih banyak dan materi demo lebih keras lagi,” pungkas Steven Kembuan.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*