Sehari Jalan Soekarno Cederai 2 Pengendara R-2, Kicauan Henry Walukow Ternyata Masih Sakti

Spread the love
  • 4
    Shares

Henry: “Jangan terkesan cuci tangan dan lari dari kejaran tanggungjawab, tapi lakukan lintas kordinasi, cari solusi”

MINUT, IdentitasPrime – Status tak bertuan sehingga alami rusak disana-sini Jalan Soekarno Minahasa Utara, terus dikeluhkan masyarakat karena sudah cukup banyak memakan korban, baik cedera ringan, berat, bahkan meninggal dunia.

Puncaknya terjadi pada Selasa (26/3/2019) terhadap dua pengendara Roda dua (R2) bernama Alfian Posumah (35) dan Jonni Tumakaka (38), di waktu dan tempat berbeda, namun ruas jalan dan penyebab yang sama, yaitu lubang jalanan.
Kedua pria nahas itupun mengalami luka-luka lalu dilarikan ke RSUD Maria Walanda Maramis untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menanggapi suasana Jalan Soekarno yang memprihatinkan dalam kurun waktu empat (4) tahunnya dan terakhir itu, Henry Walukow SE selaku penasehat LSM Adat Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut DPD Minut pun berkicau
Mantan anggota DPRD Minut tersebut menyatakan sangat prihatin dengan kondisi Jalan Soekarno yang selama ini memang dikeluhkan karena sering menjadi lokasi kecelakaan.
“Kerusakan di sejumlah titik memang harus jadi perhatian pemerintah bukannya saling lempar tanggungjawab soal pihak mana yang harus melakukan perbaikan,” sentil mantan politisi Partai Demokrat DPRD Minut yang dikabarkan maju kembali di partai yang sama namun ke DPRD Provinsi Sulut itu, Rabu (27/3/2019).

Menurut Henry, sejak awal pembangunan Jalan Soekarno, ia tahu persis kalau jalan itu bakal tidak bertuan. Tapi eksekutif dan legislatif yang ada, bukan berarti harus main petak-umpet saling mencuci tangan.
“Jangan terkesan cuci tangan dan lari dari kejaran tanggungjawab, tapi lakukan lintas kordinasi, cari solusi terbaik. Pemerintah harusnya lebih sensitif mencari jalan keluar agar kerusakan jalan Soekarno tidak berlarut-larut dan kian parah apalagi hingga harus makan korban seperti ini. Saya dengar salah satu korban, luka parah dan alami pendarahan. Semoga ia tidak meninggal,” tukas Walukow.
Jalan Soekarno yang juga sebagai sarana penghubung transportasi antar kabupaten kota menurut Walukow wajib diprioritaskan pemeliharaannya jangan sampai ada saling buang tanggungjawab.
“Kita pun pengendara harus lebih bijak jika mengantuk saat mengendarai kendaraan sebaiknya menepi dan istirahat sejenak. Namun jika sudah mabuk sebaiknya tidak berkendaraan ini juga demi keselamatan kita saat beraktifitas di jalan raya,” ajak Walukow.
Kicauan Caleg DPRD Provinsi asal Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Minut ini ternyata masih cukup ampuh. Terbukti, keesokan harinya, Kamis (28/3) terpantau satu unit stoom-walz melakukan penambalan lubang-lubang di Jalan Soekarno sambil diawasi benerapa pria non seragam.
Dari pengakuan para pria di mobil Kijang Inova Silver itu, mereka adalah ASN Pemprov Sulut. “Kami staf pengawas dari Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Provinsi Sulut,” jelas mereka. (Mayored Tatu’u)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*