Selain “Rp 100jt Dana Latpoktan dan Nelayan 2018,” Warga Desa Werot Sebut Ada juga Dana Paud 2017 dan 2018

Spread the love
  • 28
    Shares

Danny: Tahun 2017 ada Rp. 232 jt Dana Pembangunan Paud

Frengky: “Tahun 2018 ada Rp. 42jt Dana Pembuatan pagar”

MINUT, IdentitasPrime – Laporan masyarakat Desa Werot di Polres Minut beberapa waktu silam diduga mampet alias buntu bahkan sia-sia belaka.

Pasanya, laporan warga waktu menyambangi Mapolres Minut, tidak membawa pulang bukti Laporan Polisi (LP). Kecewa, warga pun mengutus delegasi masyarakat Desa Werot Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara, menyurat ke Bupati Minut, dan meminta Wartawan FORJUBIR Minut mengangkat beritanya, Selasa (12/03).

Kalau kami berbohong, kenapa kami bersedia di foto dan bersedia dijadikan nara sumber di pemberitaan,” ujar mantan Kepala Jaga, Danny Ticoalu

Dikatakan Ticoalu, pada Tahun 2017 silam, ada anggaran Dana Desa yqng di plot untuk pembangunan, gedung TK Paud, Tahun 2017 ada Rp. 232 jt Dana Pembangunan Paud
“Namanya TK Paud Matuari yang dibangun dengan Dana Desa anggaran 2017. Ditahun 2018, belum rampung, malah masih ada plotting anggaran, tapi sampe sekarang tidak selesai,” sembur Danny Ticoalu.

Dipihak yang sama, mantan perangkat Desa Werot, Pak Frengky Manua mengklaim, dua tahun 2018 warga Desa Werot menerima informasi yang mana ada Rp. 42.000.000 Dana Pembuatan pagar.
“Tahun 2018 ada Rp. 42jt Dana Pembuatan pagar, tapi mana hasilnya, sedangkan ini sudah Triwulan 1 (2019). Kami juga mau tanya, selaku Ketua Gapoktan Desa Werot, dimana Dana Rp.100. 000.000 untuk Pelatihan Kelompok Tani dan Nelayan Tahun 2018,” tukas Frengky.

Kedua warga Desa Werot itu kepada FORJUBIR MINUT diminta untuk memberitakan permohonan kepada Bupati Miinut, agar menahan dulu pencairan Dana Desa Tahun 2019.

“Demi keadilan, kami minta Bupati Minahasa Utara, Ibu Vonnie Anekke Panambunan tahan dulu pencairan Dana Desa Triwulan berikut, sebelum Kumtua mempertanggungjawabkan ADD 2017 dan 2018. Bekitu pula JPKP Minut, tolong gelar investigasi di desa Werot, ” pinta keduanya serempak.

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Minahasa Utara (JPKP Minut), Semmi Tuegeh menanggapi permintaan warga Desa Werot berjanji akan utus tim lakukan investigasi.
“Kami beri atensi kasus ini, dan kami sudah turunkan anggota untuk lakukan investigasi ke Desa Werot,” ujar Semmi.

Sangat disayangkan, Hukumtua Desa Werot, Fanly Walandow tidak punya itikad baik untuk di konfirmasi masalah didesanya sampai berita ini terbit. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*