Setelah 4 Tahun Diduga Di Cabuli ABG, Opa Garida Asal Airmadidi Bawah Akhirnya di Polisikan

Spread the love
  • 677
    Shares

 

MINUT, IdentitasPrime – Minggu 4 Maret 2018 wanita RR warga Kelurahan Airmadidi Bawah, melapor ke Polres Minahasa Utara, terkait perbuatan pencabulan atas puterinya sebut saja Aster (nama samaran red-), yang diduga kuat dilakukan oleh lelaki PL alias Lus (58), warga Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan II.

Kronologis kejadian pada hari Minggu (4/03) sekitar jam 06.30 wita, saat korban Aster sedang tidur terlentang di kursi sofa rumahnya, diam-diam pelaku yang sudah bebas masuk – keluar bagai keluarga sendiri, meraba-raba buah dada dan kemaluan korban.
Merasa ada yang tidak wajar, korban terbangun, dan mendapati pelaku sudah berada di atas perutnya.
Korbanpun berontak berusaha bangun dengan menendang pelaku yang langsung jatuh tersungkur ke lantai, dan perbuatan bejatnya gagal.
Tidak jera karena ketahuan, ternyata perbuatannya, pelaku kembali terjadi lagi untuk kedua kalinya, dan korban kembali melawan sehingga pelaku langsung lari keluar dari rumah.

Merasa sudah tak tahan dengan sikap pelaku, korbanpun menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya RR.
Dari RR lah terkuak yang mana diduga perbuatan pelaku sudah ia lakukan sejak tahun 2014 dan terakhir pada tanggal 4 Maret 2018.

Dalam melakukan perbuatannya pelaku membujuk korban dengan memberikan uang. Jika tidak di penuhi, maka pelaku mengancam akan nekat mencelakai korban.
Akibat perbuatan pelaku, korban merasa takut dan kerapkali merasa sakit pada kelaminnya.
“Untuk itu saya selaku ibu kandung sangat keberatan dengan perbuatan pelaku. Dia sudah merusak mental, moral, bahkan masa depan anak saya,” keluh pelapor sedih.

Menanggapi kejadian itu, Norris Tirayoh aktivis Sulut mengecam perbuatan tersebut. Ia meminta aparat hukum berlaku tegas terhadap pelaku-pelaku pencabulan, pemerkosaan atau kejahatan phedofilia dan sejenisnya.
“Kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur, saya anggap lebih kejam dari pembunuhan, mengingat trauma dibawah ancaman pelaku, pasti akan terbawa sampai korban dewasa. Saya percaya aparat Polres Minut, akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujar Norris.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Alfaris Pattiwael melalui Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan membenarkan kejadian itu.
“Saya sudah terima laporan itu, dengan Nomor LP/ 156 / III / 2018 / tanggal 4 Maret 2018 pelapor an RR korban Aster (nama disamarkan), dengan terlapor, pria PL (58), asal Airmadidi, sebagai petani, warga Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan II Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara.
Lanjut Maridjan, pelaku sudah diamankan, dan kasus itu masih dalam pengembangan polisi, mengingat bisa saja ada korban lain namun tidak berani melapor.

“Yang pasti, pelaku sudah ditahan dan di BAP. Jika terbukti semua laporan dan apa yang dia lakukan, maka pelaku kena pada UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 kurungan badan,” tandas Ronny Maridjan.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*