Setnov Resmi Ditahan KPK, Beranikah KPK Tersangkakan & Tahan Sejumlah Nama Besar Termasuk 2 Gunernur ?

Spread the love

Identitasprime.com  – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menghabiskan waktu tiga tahun untuk menyelidiki skandal korupsi pengadaan E-KTP ini.

Proyek E-KTP sebesar Rp 5,9 Triliun yang disetujui DPR itu diduga telah diselewengkan sejumlah pejabat baik eksekutif dan legislatif. Selama tiga tahun ini, KPK telah memeriksa 283 orang sebagai saksi. Mereka terdiri dari politisi, pengusaha, hingga pejabat dan mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Proyek E-KTP merugikan negara sebesar Rp 2,3 Triliun.

Jumlah ini bukan uang yang sedikit. Dengan uang Rp 2,3 Triliun, negara bisa menggaji 18.800 orang guru senior selama setahun atau 100 rumah sakit di daerah. Kini, berkas perkara dugaan korupsi E-KTP akan segera masuk ke meja hijau.

Tak tanggung-tanggung, 24.000 lembar berkas telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta Pusat.

Berkas yang dilimpahkan merupakan perkara dari dua tersangka, yakni pejabat komitmen proyek E-KTP di Kemendagri, Sugiharto dan kuasa anggaran dalam proyek E-KTP, Irman, yang merupakan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

KPK meyakini masih ada aktor lain yang ikut menikmati uang dari hasil dugaan korupsi skandal proyek E-KTP ini

Dalam kasus ini, beberapa pejabat negara pernah menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Beberapa di antaranya adalah mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Dari ketiga nama diatas satu nama yakni Setya Novanto sudah ditetapkan tersangkan dan di tahan oleh KPK. Setnov telah dikeluarkan dari RSCM dan di pakaikan rompi orange untuk digelandang ke kantor KPK selanjutnya akan di tahan di rutan cabang KPK.

Penahanan terhadap Ketua Umum partai Golkar itu apakah akan membuka jalan untuk mengungkap keterlibatan orang orang besar yakni mantan mendagri Gamawan Fauzi dan dua gubernur yang pernah si sebutkan beberapa waktu lalu yakni Gubernur Jateng, Ganjar dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey ?

Terpidana korupsi Nazarudin pernah blak blakan membuka aib proyek e- KTP ini. Ia bahkan dengan tegas mengatakan bahwa Novanto itu terlibat orang ini namanya tidak ada memang tapi kalau urusan bagi bagi duit APBN selalu ada dimana mana kata nazarudin.

Nazar juga berujar bahwa Itu Olly Dondokambey terima uang korupsi tapi kok aman aman saja, sementara itu Olly ketika di tanyai awak media saat habis di periksa di KPK mengatakan bahwa namamya tidak terlibat. Ga ada saya ga terlibat, kata Olly.
Semua itu di usul oleh pemerintah kalian sulahkan tanya ke mebdagri dan menteri keuangan ujar Olly.

Sebelumnya Olly dituding menerima uang korupsi e-ktp sebesar 1,2 juta dollar AS dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Uang yang diterima Olly diserahkan oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang ditunjuk langsung untuk menjadi perusahaan pemenang lelang dalam proyek e-KTP.

Dengan ditetapkanya Novanto sebagai tersangka dan kini telah ditahan KPK maka tidak menutup kemungkinan akan ada perkembangan baru dalam penyidikan kasus korupsi e-ktp ini. Bisa saja akan ada tersangka baru menyusul ketua DPR RI itu, Setnov saja orang kuat tumbang apalagi hanya dua gebrnur. Tukas sumber.

Sumber: Lidik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*