Tak Bersalah, Jefry Tewuh Sekarat Dianiaya Mantan Hukumtua Lumpias Cs,

Spread the love

Polsek Dimembe Telah Layangkan Surat Panggilan

Diduga Kuat Ada Aparat Desa Dan Anggota Polisi Turut Menganiaya Korban

MINUT, IdentitasPrime – Dugaan penganiayaan berat yang dilakukan oleh mantan Hukumtua Desa Lumpias Kecamatan Dimembe bersama beberapa aparat desa dan warga, membuat pria Jefry Tewuh yang sehariannya berprofesi sebagai petani terpaksa harus dirumah sakitkan karena tak sadarkan diri pada Minggu 11 Februari 2018 silam.

Sesuai pengakuan korban dan keterangan dari beberapa saksi mata, kejadian penganiayaan berat ini berawal dari mantan hukumtua Recky Rotinsulu menabrak motor dari anak korban bwrnama Erlangga Tewuh yang terparkir disebuah acara.

Saat Erlangga hendak mengangkat motornya yang terjatuh karena ditabrak mantan hukumtua yang langsung bertanya apakah ada yang rusak.
Entah kenapa, pertanyaan Recky ternyata sudah bersamaan dengan pukulan kepada Erlangga Tewuh yang tidak menyangka akan diperlakukan demikian.
Melihat kejadian itu, adik dari Erlangga Tewuh tak terima kakaknya dipukul dan langsung balas memukul mantan hukumtua Recky Rotinsulu, kemudian kedua Ä·akak beradik langsung lari meninggalkan tempat kejadian.

Saat kakak-beradik itu pergi, muncul Jefry Tewuh (ayah dari kedua kakak-beradik) di TKP, bermaksud ingin membantu mengangkat mantan hukumtua dalam posisi terjatuh.

Entah kenapa, niat baik Tewuh justeru menjadi mala petaka bagi dirinya. Pasalnya, bukan mendapat ucapan terimakasih dari Mantan Kumtua Lumpias yang ditolongnya, Tewuh malah dipukuli yang diduga kuat sudah mengkonsumsi minuman keras (miras).

Melihat gelagat tidak baik, korban pun langsung bergegas pulang kerumah demi menghindari masalah.

Menariknya sebelum sampai di rumah, saat posisi korban masih di atas jembatan, dengan memakai mobil, tersangka mantan Hukumtua Lumpias ternyata mengejar korban dengan ditemani Jordan Watugigir dan beberapa orang pria yang diduga membawa alat-alat tertentu (dapat dilihat dari luka-luka korban red-).

Tanpa bicara apa-apa Jordan langsung menabrak dan menggilas korban yang tak menyadari kalau akan ditimpa masalah seperti ini, sehingga korban Jefry Tewuh pun jatuh terjerembab dijalan.

Oleh pelaku (Jordan Watugigir red-) dan teman-temanya,korban diangkut, dinaikan ke mobil milik.mantan Kumtua Lumpias, lalubmenuju kerumah korban.
Ironinya, sampai di depan rumahnya, korban bukannya diturunkan? malah sebaliknya kembali dihajar oleh mantan hukumtua Lumpias dan konco-konconya baik dengan menggunakan tangan kosong, kaki, ada yang pakai kunci L, bahkan diduga ada seorang oknum kepala lingkungan (pala), menghunus sepucuk senjata api.

Diduga dibawah todongan salah satu anakbuah mantan hukumtua dan menghadapi pengeroyokan itu, korban Jefry Tewuh tak bisa berbuat apa-apa.
Tak puas dengan hal tersebut, mantan hukumtua membawa lagi korban ke rumahnya dan menganiaya bersamaan dengan teman-temannya, sampai anggota Polsek Dimembe tiba, mengamankan, lalu membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Beredar informasi tak mengenakkan, saat korban Jefry sedang dihujani pukulan dan hanya mampu berteriak minta tolong, “Ya Tuhan, tolong saya”, bukannya berhenti, malahan pukulan yang mengarah pada korban kian banyak.
Bahkan ada yang membalas bahwa Tuhan-nya saja tak bisa menolong korban.

” Kita lihat saja nanti diranah hukum, apa benar kalimat penistaan itu.
Bukan itu saja, dari sekian pelaku penganiayaan, ditengarai ada seorang Pala alias Kepala Lingkungan yang turut menganiaya korban
“Bukan si pala saja, ada orang lihat bahwa anak si pala yaitu seorang Anggota Polres, turut menggempur korban sampai korba sekarat,” ijar salah satu warga.

Kasus ini memanas dan sangat viral (menghebohkan) dunia maya. Pasalnya, tak terima keluarganya dianiaya seperti itu, keluarga dari korban Jefry Tewuh telah mengunggah masalah ini di group Polda Sulut, yaitu Manguni 123.

Sampai berita ini naik, kasus penganiayaan ini ditangani oleh pihak Polsek Dimembe untuk di tindaklanjuti. Kapolsek Dimembe AKP Saguh Riyanto, ketika dihubungi via massage, membenarkan kejadian itu.
“Kita sudah melayangkan untuk Senin besok, surat panggilan ke pihak-pihak terkait masalah ini. Semoga mereka kooperatif dan.mau bekerjasama, agar kejadian ini cepat selesai.” harap Saguh.

Disentil apakah benar ada anggota polisi twrlibat penfaniayaan dan warga non aparat (warga sipil) menodongkan pistol ke korban, menurut Kapolsek, ia belum bisa memastikan hal itu.
“Semua sedang dalam prosea berjalan. Ada anggota Polisi terlibat sebagai pelaku penganiayaan, diduga benar ada. Info ada warga yang menodongkan pistol ke korban? belum bisa kita pastikan. Itu nanti terungkap usai kita dengar keterangan saksi saksi dalam BAP besok,” ujar Saguh.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*