Tarik Perempuan secara paksa , Kompol Edy Syaputra Dilaporkan ke Kapolri

Spread the love

Manado, IDENTITASPRIME.COM – Upaya  Serly Oroh untuk menguasai kembali lahan milik orang tuanya lokasi tambang PT Maeres Soputan Mining (MSM), Jumat (30/04/2021) sore, dihentikan oleh aparat kepolisian. Bahkan, perempuan yang biasa disapa Keke itu, diduga menjadi korban arogansi dari Kabag Ops Polres Bitung, Kompol Eddy Saputra.

Kejadian itu bermula ketika Jerry Palit dan Rosintha Butar Butar, selaku pemilik sertifikat sah atas tanah belasan hektar di Kelurahan Pinasungkulan, Bitung, berdasarkan sertifikat dan warkah tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN), bersama sejumlah warga dipimpin ketua tim kuasa hukum dari Firma Fahmi & Partner, berhasil masuk ke lokasi tambang tersebut.

Dua buah tenda terbuat dari terpal didirikan oleh Jerry Palit dan Rosintha di masing-masing lahan milik keduanya.

Namun, ketika tim penasehat hukum bersama sejumlah wartawan dan lainnya warga pulang, puluhan anggota Polres Bitung dipimpin langsung kabag ops tiba dilokasi. Baliho bertuliskan status kepemilikan tanah dengan SHM 204, yang dipasang di lahan tersebut, dicabut pihak keamanan PT MSM.

Melihat hal tersebut, Keke selaku anak dari Rosintha Butar Butar, merekam aksi Polisi dan keamanan PT MSM menggunakan ponsel miliknya. Tapi, ketika Keke sedang merekam, Kompol Eddy Saputra memukul ponsel keke dengan gulungan kertas ditangannya hingga terlempar sejauh lima langka. Secara spontan Keke mendorong Eddy Saputra dari belakang.  Kejadian tersebut disaksikan oleh banyak orang, bahkan ada yang merekam peristiwa itu.

Eddy pun teriak kepada anggota Resmob untuk menangkap Keke karena menggangap telah memukul dirinya. Tanpa pandang jenis kelamin, empat anggota Resmob berusaha menangkap dan menyeret Keke ke mobil untuk diamankan.

Aksi arogansi Kabag Ops tidak sampai disitu saja, tenda yang dibangun Rosintha Butar Butar  diperintahkan untuk dibongkar.

Pada akhirnya, Rosintha Butar Butar dan masyarakat yang konsen memberangus mafia tanah, membubarkan diri.

Merasa menjadi korban arogansi dan kriminalisasi oleh Kabag Ops Polres Bitung, Keke berjanji akan melaporkan oknum Polisi tersebut ke Propam Polda Sulut.

Sementara itu, Fahmy Awulle dari Firma Fahmi & Partner, mengatakan akan mendampingi kliennya untuk melapor ke Propam.

“Jika Klien kami ingin melapor, kami akan dampingi,” singkat Fahmy

Terpisah Hendra jacob angkat bicara,  apa yang di lakukan oleh kabag ops polres bitung itu adalah  perbuatan yang tidak elok di lihat dan sangat mencoreng nama baik kelembagaan polri.

Saya sebagai pendiri dan juga sebagai ketua  Lembaga Swadaya Masyarakat ” Hendra Jacob Police Watch ” mengecam sikap dan perbuatan kompol edy syahputra. Seorang perwira itu harus cepat berpikirnya, sebelum ambil tindakan sudah harus memikirkan dampak apa yang akan di timbulkan terhadapnya maupun terhadap lembaga atau institusinya.  Sangat jelas dalam video yang beredar viral bahwa kompol edy syahputra terpancing  atas gerakan seorang wanita yang meminta tanggapan kepadanya sambil merekam.

kompol edy saat menerima telepone dari pimpinannya, terbakar dengan beberapa pertanyaan tajam dari keke, ia terlihat naik pitam dan langsung menepuk hanpone  wanita itu dan ketika wanita itu mengamuk memprotes perlakuan waka polres, tiba tiba  kompol edy syahputra  langsung memerintahkan anak buahnya tangkap dia,  dia telah menganiaya saya ini sudah pidana, seakan akan dia sedang menjalankan skenarionya demi kepentingan pemilik modal mencari celah mastarakat sekecil apapun guna dijadikan alasan dapat dilakukanya tindakan kepolisian.  Ini yang bahaya ni, ketus Hj.

Lanjutnya lagi, Hal ini yang membuat munculnya spekulan spekukan liar  bahwa ada oknum polisi yang diduga kuat menjadi anjing pemilik modal yang bertugas  menekan dan mengintimidasi masyarakat demi  kantong pribadinya. Oleh karenanya oknum polisi kompok edy syaputra harus dan wajib hukumnya dilaporkan ke kapolri  melalui DIVPROPAM MABES POLRI.  tegas Hj

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*