Terancam Habis Biaya Makan dan Tiket Pulang, 5 Karateka Bitung/Sulut Hadiri Upacara Pembukasn Kejurnas BKC Riau Bersama 550 Atllet Lain

Spread the love
  • 13
    Shares

Salut… Oficial Kontingen Karate Bitung-Sulut Dipercayakan Jadi Komandan Upacara

RIAU, IdentitasPrime – Upacara Pembukaan Kejurnas Karate BKC yang digelar di GOR Temanggung Abdul Jamal Batam Kepulauan Riau, diikuti hampir seluruh Provinsi se Indonesia.Dsn salah satunya adalah Kontongen Kota Bitung Provinsi Sulut, pada Kamis15 November 2018 (hari ini).

Upacara dibuka oleh Ketua Badan Pengusaha Batam yang diwakili oleh Ketua Bidang Ekonomi dan Pendapatan Daerah Mayjen TNI Eko Budi Supriyanto didampingi oleh Ketua Dewan Guru sekaligus pendiri perguruan BKC Iwa Hardianarsanata, Ketua Umum BKC Agus Santoso, Pembina Perguruan Mayjen TNI Purn. Yul Alviandi, Mayjen TNI Purn. Asep Kaswani dan seluruh Anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH).

Sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara Melddy Mangeke MSH, Karateka DAN V dari Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Swlain dipercayakan sebagai Komandan Upacara, ternyata Melddy juga ditunjuk sebagai Wasit/Juri dalam Kejurnas BKC.

Usai upacara pembukaan, Melddy Mangeke saat dihubungi via video-call (vc), mengaku sangat bangga ketika dirinya dipercayakan sebagai Komandan upacara (Dan-Up), oleh panitia.
“Sebagai orang Sulut, saya merasa bangga ketika dipercaya oleh Panitia Pelaksana untuk menjadi Komandan Upacara Pembukaan Kejurnas yang Level-nya taraf Nasional,” ujar dia.

Lanjut Melddy, jumlah peserta Atlet yang hadir adalah 550 Atlet se Indonesia dan memperebutkan 800 Kelas Pertandingan.
“Diantaranya 13 Kelas Pertandingan yang diikuti oleh 5 Karateka Kontingen BKC Bitung-Sulut. Kejurnas ini akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 18 November 2018,” jelas Karateka senior asal Kelurahan Manembo-nembo ini.
Turnamen bergengsi ini, sesuai jadwal akan berakhir pada Minggu 18 November 2018. Nqmun mirisnya sampai saat ini Kontingen Karate BKC Bitung Provinsi Sulut belum mendapatkan bantuan dana dari Kota abitung maupun Provinsi Sulut.
“Dalam Bahasa Manado, torang tacolo dengan janji, yang mana untuk pulang nanti, beberapa donatur siap bantu.
Makanya dana sisa dari Dispora Kota Bitung kita gunakan untuk kebutuhan lain seperti perlengkapan pertandingan, penginapan dan makan setiap hari,” jelas Melddy tegar.
Pertandingan, lanjut dikatakan Melddy Mangeke, akan berlangsung ketat, dan para atlet bituh kondisi yang memadai, namun dana kian menipis.
“Jalan terakhir jika memang tidak mendapatkan bantuan lagi, terpaksa sisa dana kita gunakan untuk membeli tiket kapal laut Batam-Medan-Jakarta saja,” tandas Melddy seraya menambahkan, darixJakarta nanti merwka akan menunggu kapal PELNI Jakarta-Bitung, walau disadaeinya opsi ini akan menyita banyak waktu dalam perjalanan.
“Ini konsekwensi keberangkatan kami, tapi kami sudah disini,.dan pantang untuk menyerah dan pulang begitu saja. Sekali lagi saya katakan, saya sangat menyesalkan sikap para donatur. Kalau memang tahu bahwa mereka yang sudah menjanjikan bantuan dana ternyata tidak dipenuhi janjinya, lebih baik tidak berangkat sama sekali. Kalau hanya diri sendiri saya ridak pernah merasa puas dan sudah digembleng dengan bermacam tantangan. Saya kasihan kalau Atlet saya terlantar di Kota orang lain, dan saya juga terbeban karena mereka akan menghadapi pelajaran sekolah yang telah tertinggal beberapa hari ini,” punkas Melddy.

Hari ini Jumat 16 November 2018, adalah hari ke-2 turnamen bergwngsi tersebut. Pertandingan Kumite, Kontingen Bitung Sulut masih main besok untuk kelas Kumite Usia Dini Putri, Kumite Pra Pemula Putri dan Kumite Pemula Putra.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*