Tinjau Desa-desa di Kepulauan, Bupati VAP Lepas Ikan Duyung Tangkapan Warga Tinongko

Spread the love
  • 13
    Shares

Sadrakh Tairas: “bom ikan itu juga sangat merusak terumbu karang dan keseimbangan alam”

MINUT, IdentitasPrime – Komitmen Gubernur Sukut Olly Dondokambey dan Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan memilih wilayah laut Likupang-Wori sebagai zona Pariwisata, daripada Pertambangan, memang pantas diberi apresiasi dan mengukir catatan tinta emas sebagai pasangan pahlawan lingkungan hidup.
Pasalnya, wilayah Likupang-Wori yang kaya dengan aneka spesies dan tanaman laut nan indah, sulit ditemukan di daerah bahkan negara lain. Sebut saja spesies Ikan Duyung yang tergolong jenis dilindungi Badan Dunia.
Ternyata wilayah ini merupakan sarang ikan unik itu. Untunglah masyarakat setempat sudah menyadari betapa pentingnya melindungi habitat laut yang unik seperti spesies Ikan Duyung itu.

Kamis 26 Juli 2018 kemarin, seekor Ikan Duyung naas tertangkap oleh nelayan Desa Tinongko Kecamatan Wori Pulau Mantehage, dengan berat sekitar 50 Kilogram dan panjang hampir 1 meter.
Berkat kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap biota laut, maka dalam kunjunganya Bupati Vonnie Aneke Panambunan pada agenda peninjauan serta penyerahan bantuan bagi masyarakat pesisir di beberapa desa di 2 pulau Kecamatan Wori yakni Pulau Nain dan Pulau Mantehage, Jumat 27 Juli 2018, warga meminta VAP sendiri melepaskan Duyung itu ke laut lepas.
Oleh Pemkab Minut, nelayan yang menangkap ikan duyung ini pun diberikan imbalan sebesar Rp3 juta. “Ikan duyung ini dilindungi dan harus kita lestarikan. Jadi haria dilepas kembali ke laut,” ujar Panambunan.
Bupati berharap, masyarakat nelayan yang menemukan spesies ikan unik yang dilindungi, sebaiknya menghubungi instansi terkait atau segera dilepas lagi.
“Jenis ikan dilindungi merupakan harta kekayaan Tanah Minahasa Utara yang Tuhan so kase, manjo torang jaga sama-sama semua hewan danntanaman yang dilindungi, supaya yanda punah sampe torang pe anak-cucu boleh bangga dengan semua itu,” pinta VAP.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Minut, Ir Sadrakh Tairas yang mendampingi Bupati VAP dalam kegiatan itu mengatakan jika wilayah pulau Mantehage memang merupakan daerah yang banyak didatangi ikan lumba-lumba dan ikan duyung. Ini dikarenakan faktor struktur bawah laut yang terbentuk secara alami.
“Pulau Mantehage masuk dalam zona penyanggah Taman Laut Bunaken sehingga spesias ikan yang ada disitu tidak boleh dipancing, apalagi menggunakan bom,” tambah Sadrakh Tairas.
Ia juga menghimbau, bagi nelayan yang masih mencari ikan dengan memakai Bom ikan, sebaiknya hentikan hal itu. “Sebab, selain berbahaya bagi diri sendiri, bom ikan itu juga sangat merusak terumbu karang dan keseimbangan alam,” tandas Sadrakh. (7o)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*