Tiwa Sebut, Pekan Ini Bupati CEP Pastikan Gelar Mutasi Besar-besaran

Spread the love

MINSEL, IdentitasPrime – Bupatu Minahasa Selatan, Cristyani Eugenia Paruntu (CEP atau Tetty) melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Minahasa Selatan Drs Ferdinand Roy Tiwa menegaskan, bahwa pekan ini akan lakukan pelantikan dan mutasi besar-besaran atas pejabat eselon II, III, IV dan kepala SD serta UPT se-Minsel.

‘’Ibu Bupati Tetty sudah memberi lampu hijau terkait mutasi pejabat. Bahkan, kata bupati CEP pecan ini sudah dilaksanakan,’’ beber Tiwa, Senin (28/8) di BKD Minsel.

Kenapa roling pejabat ini seolah ditunda dan ditahan-tahan, lanjut Tiwa, seperti diketahui, ada sekira 13 Perangkat Daerah (PD) di Minsel diisi dengan Pelaksana Tugas (PLT). Selain itu, PD lowong dan bahkan ada yang bakal memasuki masa pensiun.

‘’Dengan begitu ketegasan Ibu Bupati Tetty, bahwa pekan berjalan ini sudah harus dilaksanakan. Jadi, seperti anda lihat, waktu sangat sibuk disini. Dan pastilah, kami sibuk dengan menyusun biodata para pejabat yang siap terpental dan dipromosi,’’ jelas dia.

Tiwa yang kini sedang mengikuti PIM II di Bali ini mengatakan, mutasi pejabat eselon II, III, IV dan kepala SD adalah terbesar pasca pelantikan tahun 2016 silam.

‘’Apapun yang akan terjadi pada mutasi nanti adalah perintah bupati CEP. Memang, diakuinya terjadi keterlambatan. Pasalnya, pertama kesibukan bupati diluar daerah. Selanjutnya, BKD diutus mengikuti PIM II di Bali. Maka dari itu, janji bupati pecan berjalan ini sudah akan dilaksanakan mutasi pejabat,’’ ungkap Tiwa.

Wakil Ketua DPRD Minsel Franky Jirro Lelengboto, ST mengapresiasi rencana bupati Tetty Paruntu akan segera menggelar mutasi pejabat dalam dekat ini. ‘’Sebagai lembaga pengawasan, sekaligus sebagai mitra kerja Pemkab Minsel, maka kami mendukung segera dilaksanakan mutasi/roling pejabat. Karena memang, penilaiannya banyak pejabat yang tidak sejalan dengan bupati. Harus diakui lagi, bahwa banyak pejabat di PD hanya jago mulut. Jago bermuka, bahkan luar biasanya anggaran realiasi 100 persen, tapi manfaatnya hanya 10 persen,’’tegas Lelengboto keras.

Jadi, kata Lelengboto bahwa memang bupati tak pernah melihat siapa oknum pejabat dimaksud. Sebagai lembaga pengawasan, tentu mengetahui oknum-oknum dimaksud. Harapannya, bupati segera mengevaluasi pejabat yang asal ibu senang.(Meyvo Rumengan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*