Tri Sutrisno Minta TNI Tetap Tolak Perekrutan Generasi PKI

Spread the love

JAKARTA, IdentitasPrime – Masih ingat dengan mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno? Melihat akhir-akhir ini negara sedang terancam oleh pergerakan laten komunis, mantan Panglima Angkatan Bersenjata ini meminta kepada TNI supaya lebih ketat memilih para calon anggota TNI melalui Akademi Militer. “Jangan sampai keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) masuk menyusup dalam institusi TNI, mengingat TNI adalah satu-satunya lembaga vertikal yang masih steril dari PKI,” katanya.

Saat ini, lanjut Tri Sutrisno, kondisinya sudah sangat berbeda. Pasalnya dulu, untuk masuk akademi militer, yang harus dilihat pertama kali adalah latar belakang keluarga calon taruna. Jika terbukti dia adalah anak anggota PKI, maka tidak akan diterima sebagai taruna.

“Hati-hati. Sekarang bebas, tidak mustahil anak cucu PKI masuk ke Akademi Militer. Jadi itu sasaran strategis jangka panjang,” ungkapnya dalam acara silturahim Panglima TNI dengan para Purnawirawan TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Tri juga meminta kepada jajaran intel TNI agar benar-benar mengawasi setiap taruna yang masuk ke akademi militer. Kata dia, yang bisa masuk menjadi anggota aparat pertahanan dan keamanan harus dari latar belakang keluarga yang mencintai Indonesia.
“Saya minta kepada jajaran intel kita, yang mau masuk Akmil, Akpol, AU, AL, untuk betul-betul tahu manusia merah putih betul atau tidak,” ujar mantan Panglima Kopassanda (pendahulu Kostrad) itu.

Swmentara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo katakan TNI selalu waspada dalam memilih para calon taruna. “Tetapi kami tahu (latar belakang semua calon taruna). Kan tidak mungkin kami tidak tahu, semua datanya kami tahu. Tetapi tetap diterima,” kata Gatot.

Try Sutrisno pun memberikan apresiasi pada Panglima TNI yang mengintruksikan agar film Pengkhianatan Gerakan 30 September G30S di putar di semua markas TNI.

“Bangga saya. TNI disetiap Koramil kan masih menyimpan SAMPUL MERAH. Alasan anda supaya prajurit saya tahu kenyataan tingkah laku PKI sebagai pengkhianat itu tidak dibuat-buat. Nyata disiksa Gerwani jelas. Jadi setuju saya itu,” ungkapnya.

Kendati Presiden Joko Widodo, kata Tei Sutrisno lagi, nampak berada di posisi moderat dengan mengusulkan agar dibuat film G30S versi kekinian berdasarkan research dan fakta, tapi intinya PKI harus tetap diwaspadai.

“Hanya presiden bilang di moderat, ya sudahlah. Supaya mengimbangi lebih dingin. Silahkan. Tapi intinya kewaspadaan pada PKI harus tetap karena ideologi predator Pancasila itu,” timpal Sutrisno.

Dirinya juga mengatakan, idiologi Indonesia sudah jelas hanya Pancasila. Maka tidak boleh ada ideologi lain yang hendak menggantikan Pancasila, apalagi PKI yang memiliki sejarah tidak bagus di Indonesia.

Di awal reformasi 1998, TNI dituding sebagai institusi otoriter. Yang menuding itu bukanlah rakyat Indonesia, melainkan orang-orang PKI dan antek-anteknya.

“Makanya kita masih dicintai rakyat. Indonesia dijaga dari idiologi di luar Pancasila, seperti liberal kapitalisme. Indonesia dapat runtuh jika dimasuki ideologi lain. Jadi Pancasila harus dipahami dan diamalkan. Jangan kita sepelekan dengan alasan gampang. Nanti bisa diganti liberal,” tandas jendeal purnawirawan berwajah ganteng itu.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*