Trisula Sakti Sulut Pukau Ratusan Hadirin di HUT Bhayangkara 72 Polres Minsel

Spread the love
  • 190
    Shares

MINSEL, IdentitasPrime – HUT Bhayangkara ke-72 digelar serempak oleh seluruh jajaran Polri, dari Sabang sampai Merauke, berlangsung meriah. Demikian pula Polres Minahasa Selatan (Minsel) yang juga memperingati, dengan mengawali upacara akbar HUT Bhayangkara, Rabu (11/7) pukul 08.00 wita.
Apel dipimpin langsung Kapolres Minsel, AKBP FX Winardi Prabowo SIK, dilapangan upacara Mapolres Minsel, diawali upacara bersama dihadiri Pemda dan DPRD Minsel, Kejari, Pengadilan Negeri dan undangan resmi lainnya.
Usai Kapolres membacakan penyampaian vertikal Presiden RI melalui Kapolri (tembusan Polda/Polres diseluruh wilayah NKRI), upacara selesai dan hadirin pun mengambil tempat karena ada beberapa seremony yang sudah di agendakan.
Dari tiga (3) seremony yang di agendakan, ada peragaan dan demonstrasi Ilmu Bela Diri Tenaga Dalam, Trisula Sakti Sulut yang membuat hadirin tegang dan terkesima terutama ketika atraksi dilakukan.
Perguruan Olahraga Trisula Sakti Sulut dipimpin Ketua Umum dr James Komaling didampingi Pembina Pelatih, Yan F Komaling (Om Yoni), Ketua Kerukunan Keluarga Besar (KKB) dan para ketua cabang lainnya kali ini menggelar atraksi sebagai sosialisasi dibagi jadi senam bersama, atraksi Tingkat Dasar, Tingkat 3 serta Tingkat 4.
Pada atraksi Trisula Sakti Sulut (TSS) Tingkat Dasar, disimulasikan keistimewaan Anggota dimana si Anggota TSS tak dapat disentuh atau di kriminalisasi oleh para penjahat (diperagakan oleh Polisi yang sudah Anggota TSS).
Di atraksi ke-dua, atraksi polisi membubarkan tawuran antar kelompok pemuda, dimana ada 5 anggota Polri yang membubarkan tawuran puluhan kelompok pemuda.
Tak mau diatur dan dububarkan aparat, para pemuda malah berbalik mengeroyok 5 anggota polisi dengan bermacam senjata tajam seperti pisau, bahkan pedang dan samurai cakram yang kerapkali dijadikan senjata untuk membunuh, terutama di daerah Motoling dan Tompaso Baru.
Dalam atraksi ini, kedahsyatan Ilmu Beladiri TSS mampu melindungi ke-5 anggota polisi ysng dikeroyok para pemuda. Selain senjata tajam yang dihunus para pemuda mampu dilumpuhkan bahkan ada parang yang bengkok, tak dapat diukur oleh akal sehat manusia.
Pada atraksi ke-3, seorang anggota Babin Kamtibmas dikeroyok sekitar 12 pemuda, namun seorsng diri, Babin Kamtibmas tersebut mampu menjungkalkan belasan pemuda dengan tangan kosong.
Di atraksi ke-4, mengisahkan tiga angfota Buser hendak menjemput seorang buronan dirumahnya, namun belasan keluarga si buronan tak membela dan menyerang tiga polisi itu dengan berbagai senjata namun sekali lagi aparat mampu melumpuhkan dan membawa buronan iru untuk di proses secara hukum.
Pada puncak atraksi, ada seorang polwan bertugas mengawal kepala sebuah Bank pemerintah.
Polwan yang juga Anggota Trisula Sakti Sulut tingkat 4 ini dalam posisi duduk berdua dengan kepala bank, mampu melumpuhkan para perampok, hanya dengan posisi duduk saja.
“Ilmu beladiri TSS ini merupakan ilmu pengolahan tenaga murni didalam tubuh manusia, sesuai tingkatan. Ibarat hand-phone yang harus di charger agar tidsk low-bat. Tenaga dalam anggota TSS harus di olah dengan jalan melatih pernafasan dengan senam,” jelas Pelatih Umum TSS, Yan Fredrik Komaling, melaui Ketua KKB, Foxi Lolong.
Perlu diketahui bersama, sampai hari ini jumlah Anggota TSS yang aktif sudah mencapai 16.000 orang (di Sulawesi Utara). “Untuk Polres Minsel, sudah ada beberapa anggota TSS, yakni Kapolsek Motoling, Kanit Provost Polsek Tompasobaru, serta beberapa anggota Polres,” jelas Lolong.

Setelah menyelesaikan sosialisasi di Mapolres Minsel, Perguruan Olagraga Beladiri Tenaga Dalam Trisula Sakti Sulut yang terdiri dari Cabang Manado 2, Manado sampai Manado 8, Cabang Persiapan Airmadidi, Cabang Persiapan Minaesa, membubarkan diri.

Selaku Ketua Umum TSS 25 Pusat, dr James Komaling didampingi Pembina Yan F Komaling, mengucapkan terima kasih atas apresiasi serta penyambutan Pores Minsel untuk waktu dsn kesempatan yang diberikan.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Minsel yang sudah bersedia memberi waktu bagi organisasi kami Trisula Sakti Sulut. Untuk semua anggota dan pengurus cabang yang rela terlibat memberikan waktu dan tenaga serta materi terima kasih banyak. Tuhan Memberkati Indonesia , NKRI Harga Mati, dan Salam 25,” tutup dr James Komaling.(7o/Meyvo Rumengan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*