1. Wouw, PT MSM Diduga Cemari DAS Pangiang Dengan Limbah Air Panas Dan Asin

Spread the love
  • 54
    Shares

Gubernur Tidak Mampu Lindungi Rakyat, Atau PT MSM Remehkan Gubernur?

Feky: “Kami minta KPK dan Kementerian Lingkungan Hidup turun lakukan investigasi dan Audit Lingkungan”

MANADO, IdentitasPrime – Masalah Air Panas yang diduga kuat dibuang oleh PT MSM (Maeras Soputan Maining) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pangiang Desa Resetlemen Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara, ramai dibicarakan dan mulai meresahkan masyarakat setempat.

Hukumtua Desa Resetlemen dan Hukumtua Desa Kalinaung mengatakan yang mana mereka sudah menyampaikan keluhan warga desa kepada pihak perusahan. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari perusahan.
“Jujur, kami sangat merasa ketakutan dan terancam karena saat ini, kami tidak bisa lagi memakai airnya sama seperti dua tahun yang lalu,” tutur Kumtua Desa Resetlemen, Jein Ratulangi seraya di amini Hukumtua Kalinaun Eldat Hard Tinungki kepada swjumlqh wartawan.

Begitu juga keresahan masyarakat di dua desa bersebelahan itu. Menurut Opa Vence (70-an) warga Desa Resetlemen, ia sangat sedih melihat kondisi air yang sudah tercemar itu. “Dari kecil kami sudah memakai air DAS Pangian ini, sekarang tak ada yang berani apalagi untuk air minum. Saya sangat kecewa dwngan sikap perusahaan saat ini, kenapa mesti jadi seperti ini, kami kan orang miskin dan tidak bersekolah, jujur kami tidak mengerti hal-hal ilmuan. Tapi kami yakin, DAS Pangian ini sudah tercemar,” keluhnya.

Lansi itu juga mengaku kecewa dengan pemerintah yang terkesan tutup mata terhadap masalah limbah ini.
“Bulanmmain dang pemerintah, sso tua bagini leh kasiang kong dorang mo sia-siakan. Dulu blum ada ini MSM ndak pernah ada masalah deng itu air. Skarang, coba jo MSM minum tu aer kuala itu. Kita  mo minta apa jo Tuhan ada kase dari dulu, ini perusahan so musti kase bale, Tete Manis ada cipta kong dorang manusia beking rusak, karna banyak doi dorang sia-siakan pa torang”. tandas Opa Vence dwngam suara bergetar marah.

Disaat pemerintah dan dua desa lingkar tambang itu menjerit ketakutan olwh teror limbah, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara malah seolah tidak dapat berbuat apa-apa.

Itu terlontar dari mulut Kepala Dinas Lingkunga Hidup Provinsi Sulawesi Utara yang tidak dapat memberikan tanggapan atas persoalan diatas.
Kabid Pengawasa Lingkungan Hidup, Arfan Basuki mengatakan telah lima (5) kali pertemuan dengan pihak perusahan, namun pihaknya tak memiliki hasil terkait keluhan masyarakat ini.

Dilain pihak, Ketua LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut, Feky K Mamahit sangat menyesalkan sikap masa bodoh dari pihak PT MSM terhadap limbah yang meresahkan warga itu.
“Sebagai tamu di tanah orang perusahaan terkait harusnya tahu diri, jangan tutup mata, tutup telinga terhadap nasib masyarakat,” semburnya.
Pihaknya juga merasa ada yang tidak beres antara perusahaan dan pemerintah (instansi terkait), sudah ada yang tak beres.
” Curiga itu kan wajar, soalnya masalah ini seakan-akan ditutup-tupi kedu belah pihak, sementara rakyat yang dikorbankan. Coba bayangkan, selama kurang lebih dua tahun hasil pemeriksaan air panas ini tidak ada hasil, apa saja yang terkandung, padahal habitat atau biota dalam DAS telah punah, sebab airnya berasa asin.
Ini Gubernur tidak mampu lindungi rakyat, atau PT MSM remehkan Gubernur,” sindir Mamahit.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu ada beberapa ekor sapi milik warga menjadi korban gara-gara mati terkait air panas ini di Desa Kalinaun.
“Jika benar pembuangan limbah itu sudah dilakukan apalagi sudah berjalan lebih dari satu bulan, maka atas nama masyarakat Lingkar Tambang kami minta KPK dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk turun lakukan investigasi dan Audit Lingkungan. Dan kami akan membahas maslh ini ke Dewan Pengurus Besar (DPB) LSM WPITTL untuk rindakan lwbih lanjut terhadap dugaan Kejahatan Lingkungan Hidup ini. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*