WOUW…TANGKI AVTUR KERAP “KENCING SOLAR DI LAHAN BELAKANG KANTOR KPU” BITUNG

Spread the love

Diduga Kuat Sopir Tangki Avtur Jual Solar ke Peng-oplos Minyak Tanah

 

Mad: “Baku kordinasi jo deng R. Dia wartawan polda”

BITUNG, IdentitasPrime – Menindak lanjuti informasi warga dan para sopir, yang mana di salah satu tempat di Kota Bitung, bertahun-tahun telah dijadikan tempat transaksi ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM), maka pada Rabu (29/8), pukul 15.00 wita, tim media ini turun lakukan investigasi ke lokasi tersebut.

Di area Kelurahan Manembo-nembo Atas tepatnya di belakang samping Kantor KPU Bitung, terparkir 3 unit tangki berwarna merah, padahal menurut pengakuan penanggungjawab disitu, lahan itu bukan milik Pertamina.

Sekira pukul 18.00, muncul satu unit Pick-up Gran Max abu-abu/hitam DB 833X XX (disamarkan). Dari pick-up itu turun pria yang dikenal dengan panggilan Mad dan rekannya, menurunkan beberapa galon dan diduga langsung menyedot Solar dari tangki perjalanan atau Pemakaian Solar (PS) dihadapan Tim.

Dengan cara kerja cukup ahli, diduga 3 sampai 4 galon Solar dari PS tangki merah berkapasitas angkut Avtur 8000×3 liter plat nomor B 900X XX sudah tersedot dalam waktu pukul 18.15 – 18.45 wita.

Mad sendiri ketika ditanya, membenarkan bahwa yang disedotnya dari tangki ber-plat nomor luar itu adalah solar. “Solar kelebihan dari PS, saya ambil dari mereka secara bergantian. Sopir tangki ini adalah E (Awak 2),” katanya.
Ditanya siapa penanggungjawab transaksi BBM diduga secara ilegal di lokasi itu, Mad mengaku di back-up wartawan polda. “Baku kordinasi jo deng R. Dia wartawan polda yang ditugaskan disini,” sebut Mad lantang.

Enggan terjadi mis komunikasi antar sesama wartawan, Tim mencoba menghubungi R di nomor ponselnya, namun tidak disambut.
Nanti ketika tim sudah berada di sekitar SPBU Manembo-nembo, mendadak R menghubungi ponsel Tim, dan R mengatakan, besok saja hubungi dia.

Kamis (30/8), Tim kembali turun ke lahan belakang KPU. Nampak tiga (3) unit tangki yang kemarin terparkir tanpa ada aktivitas.
Sementara nomor ponsel milik R ketika dihubungi Tim, tidak menanggapi. Bahkan, beberapa saat kemudian di SMS, sampai berita ini terbit, tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan. Sehingga Tim-pun beranjak pergi sekitar pukul 21.00 wita.
Perlu diketahui bersama, pemimpin redaksi media ini, adalah salah satu anggota Wartawan Polda Sulut.
Edwin Pangau Popal sendiri selaku Koordinator Kerjasama Wartawan Polda Sulut ketika dikonfirmasi memembantah kalau ada nama R dan media-nya yang tergabung dalam group besutan dia.
“Tidak ada nama wartawan dan media begitu di group kita, apalagi bermain dengan masalah. Nanti saja kita turun lapangan untuk memastikan hal itu,” tegas Edwin.(TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*